Beberapa hari terakhir ini komputer kantor kena gangguan akibat upaya serangan Trojan. Avira yang senantiasa kami update melaporkan adanya serangan dari file yang dideteksi sebagai Trojan TR/Crypt.XPACK.Gen. Dugaan sementara virus ini telah menginveksi salah satu PC/Laptop yang tersambung pada Jaringan dan mencoba masuk ke jaringan internal kami. Avira telah mengumumkan deteksi terhadap virus ini di website resminya.
Trojan yang dikenal sejak tahun 2007 ini juga dikenal dengan nama lain Trojan.Crypt.XPACK.Gen atau Crypt.XPACK.Gen. Doa adalah sebagai parasit PC yang gigih mencoba masuk melalui lubang keamanan sistem dan menjadi pembuka jalan bagi hacker untuk mengontrol komputer dari jarak jauh. Setelah terinveksi, virus ini akan medownload malware tambahan dan virus yang lebih canggih tanpa sepengetahuan korban. Crypt.XPACK.Gen biasanya menginfeksi komputer setelah instalasi media codec yang gagal atau cacat, activeX dan Update Flash player yang didownload dari situs berbau pornografi dan freeware yang tidak jelas. Trojan ini dapat mencuri jejak kata yang ditulis lewat keyboard dan data penting lain seperti password dan data kartu kredit.
TR/Crypt.XPACK.Gen merupakan varian dari virus berikut ini:
Win32.Bagle.HV@mm, W32/Bagle.gen, Email-Worm.Win32.Bagle.hv, Trojan.Bagle.Gen!Pac19, I-Worm/Bagle.PZ, TROJ_Generic, Win32.HLLM.Beagle, Win32:Beagle-VI, Email-Worm.Win32.Bagle.hv, Win32/Bagle.HJ, Trojan Crypt.XPACK.Gen Clones: Trojan.Crypt.Xpack.AQB, Trojan.Crypt.XPACK.Gen, Trojan.Crypt.Xpack.SY, trojan.crypt.xpack.atr, Trojan.Crypt.Xpack.CS, Trojan.Crypt.Xpack.HM, Trojan.Crypt.Xpack.JD, Trojan.Crypt.Xpack.P, Trojan.Crypt.Xpack.QKTrojan.Crypt.Xpack.ZU, Trojan.Crypt.Xpack.QF
Tanda-tanda PC yang terkena serangan:
* antivirus trojan crypt xpack2 Menangani Virus TR/Crypt.XPACK.GenKinerja komputer melambat, proses booting dan reboot lambat, penghapusan file-file sistem tanpa sepengetahuan pengguna sehingga muncul ‘Layar Biru’ alias Blue Screen Of Death (Bukan Tenda birunya Deasy Ratnasari lo..)
* Jika Antivirus Anda ter-update, Akan ada laporan percobaan penyusupan oleh program atau file tidak dikenal
* Proses Sistem dan Task Manager yang bertingkah aneh
* Pop up Blocker Windows tidak aktif danditangikan oleh pop up dari Crypt.XPACK.Gen
* Mengurangi bandwith dan memperlambat akses internet
* TR/Crypt.XPACK.Gen menginstall dirinya sendiri setiap kali PC restart
* Shortcut palsu di desktop tidak dapat dihapus
* Ikon System Tray menghilang dari pandangan
Ketika PC korban terinfeksi, TR/Crypt.XPACK.Gen akan melakukan aksinya berikut ini:
* Melacak program keamanan Windows, Menon-aktifkan antivirus dan aplikasi Firewall
* Mencatat informasi OS, username, kata yang ditulis lewat keyboard, password dan data penting lain serta mengirimkannya ke internet
* Melacak aktivitas Windows dan Registry serta membuat pop up pada browser
* yang digunakan
* Menggunakan lubang keamanan sistem untuk memasukkan program trojan lain
untuk mengatasinya ada beberapa cara antara lain
1. Menggunakan Online Scanner. Untuk metode ini saya sarankan Anda menggunakan Panda Antivirus. Langkahnya sebagai berikut:
* Buka alamat web http://www.pandasoftware.com/products/activescan.htm
* Setelah tampil halaman secara sempurna, klik tombol Scan Your PC
* Jendela baru akan muncul, Klik tombol Check Now
* Masukkan pilihan Negara
* Masukkan pilihan Provinsi
* Masukkan pilihan alamat email dan akhiri dengan tombol Send
* Pilih salah satu; Home User atau Company
* Klik tombol Scan Now
* Panda Antivirus akan menginstall komponen ActiveX, jika ada konfirmasi pilih Allow
* Beberapa saat kemudian, Panda akan mendownload untuk dapat melakukan scan virus (biasanya butuh beberapa menit)
* Setelah download selesai, klik pada Local Disks untuk memulai proses scan
* Tunggu hingga proses selesai, jika Panda melaporkan adanya infeksi berbahaya, klik tombol Fix All
2. enggunakan Trojan Removal dari Pareto Antivirus. Langkahnya sebagai berikut:
* Install dan biarkan Program melakukan update database virus.
* Setelah itu jalankan Scan. Dari sini Anda harus melakukan delete secara manual. Jika Anda pengen dapatkan yang otomatis, Anda harus membayar lisensi dulu.
Senin, 25 Mei 2009
Minggu, 10 Mei 2009
tips mempercepat koneksi internet
Browsing Internet dengan kecepatan yang tinggi pasti sangat menyenangkan, berbagai cara dilakukan untuk mempercepat koneksi internet baik menggunakan software agar koneksi internet menjadi lebih cepat maupun menggunakan settingan tertentu yang diklaim bisa mempercepat koneksi internet.
Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat koneksi internet :
I. Menggubah setting bandwith Pada windows
Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal,Jika anda ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.
Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :
1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. Kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik Administrative Templates
6. Kemudian Klik Network
7. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. Kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply,ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer
II. Gunakan DNS dari OpenDNS untuk koneksi internet yang lebih cepat dan lebih aman.
1. Klik Start
2. Klik Control Panel
3. Pilih Network & Internet Connection
4. Klik Network Connection
5. Klik Kanan Local Area Connection pilih Properties
6. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Klik Properties
7. Klik Use Following DNS Server
8. Isi Preferred DNS Server dengan angka : 208.67.222.222
9. Isi Alternate DNS Server dengan angka : 208.67.220.220
10. Kemudian Klik OK
III. Jika menggunakan Browser Firefox gunakan add on Fasterfox, bisa di download disini.
Fasterfox adalah sebuah add on yang berfungsi untuk mempercepat koneksi dengan melakukan optimasi pada network dan cache browser. Fungsi dari cache adalah untuk menyimpan data sementara dari website yang kita kunjungi, sehingga ketika kita membuka kembali website tersebut proses loading-nya akan lebih cepat karena datanya telah disimpan di cache.
Beberapa optimasi yang dapat dilakukan oleh fasterfox adalah: HTTP pipelining, Memory caching,Disk caching,DNS caching,FastBack caching.
IV. Bagi pengguna Firefox, silahkan pasang Adblock
Fungsinya adalah untuk mem-filter iklan-iklan yang tidak perlu pada saat kita browsing, sehingga proses loading akan menjadi lebih cepat dan maksimal.
Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat koneksi internet :
I. Menggubah setting bandwith Pada windows
Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal,Jika anda ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.
Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :
1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. Kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik Administrative Templates
6. Kemudian Klik Network
7. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. Kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply,ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer
II. Gunakan DNS dari OpenDNS untuk koneksi internet yang lebih cepat dan lebih aman.
1. Klik Start
2. Klik Control Panel
3. Pilih Network & Internet Connection
4. Klik Network Connection
5. Klik Kanan Local Area Connection pilih Properties
6. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Klik Properties
7. Klik Use Following DNS Server
8. Isi Preferred DNS Server dengan angka : 208.67.222.222
9. Isi Alternate DNS Server dengan angka : 208.67.220.220
10. Kemudian Klik OK
III. Jika menggunakan Browser Firefox gunakan add on Fasterfox, bisa di download disini.
Fasterfox adalah sebuah add on yang berfungsi untuk mempercepat koneksi dengan melakukan optimasi pada network dan cache browser. Fungsi dari cache adalah untuk menyimpan data sementara dari website yang kita kunjungi, sehingga ketika kita membuka kembali website tersebut proses loading-nya akan lebih cepat karena datanya telah disimpan di cache.
Beberapa optimasi yang dapat dilakukan oleh fasterfox adalah: HTTP pipelining, Memory caching,Disk caching,DNS caching,FastBack caching.
IV. Bagi pengguna Firefox, silahkan pasang Adblock
Fungsinya adalah untuk mem-filter iklan-iklan yang tidak perlu pada saat kita browsing, sehingga proses loading akan menjadi lebih cepat dan maksimal.
Senin, 04 Mei 2009
Mengenal Virus Worm Downadup / Kido / Konficker
Virus Downadup sudah menjangkiti jutaan komputer di seluruh dunia. Ia menulari komputer melalui password jaringan, software Windows yang belum di-patch, dan terutama melalui USB stick. Karena virus ini dapat men-disable auto update dari Microsoft dan perusahaan-perusahaan anti virus, maka sistem kekebalan komputer Anda menjadi lemah dan rentan terhadap serangan-serangan dari luar.
Bagaimana mengetahui apakah komputer kita sudah terserang virus ini?
Biasanya setelah men-scan komputer dengan anti virus, kita akan mendapati warning yang menyatakan bahwa komputer kita sudah terinfeksi oleh Downadup, Kido, atau Conficker, yang biasanya disebutkan dengan nama-nama sebagai berikut:
• Net-Worm.Win32.Kido
• W32/Conficker.worm.gen
• Worm.Conficker
• W32.Downadup
• W32/Downadup.AL
• W32/Confick-A
• Win32/Conficker.A
• Mal/Conficker
Lalu terjadi connection dan Windows Errors, antara lain:
• Auto update dari Microsoft dan auto update anti virus berulang kali gagal
• Tidak dapat meng-update Windows Defender
• Munculnya random errors “svchost”
• Tidak dapat browsing ke situs-situs yang menyediakan penangkal untuk virus ini (misalnya tidak bisa browsing ke www.microsoft.com)
Selain itu, layanan-layanan Windows tidak dapat bekerja, misalnya:
• wuauserv: Windows Automatic Update Service
• BITS: Background Intelligent Transfer Service
• wscsvc: Windows Security Center Service
• WinDefend: Windows Defender Service
• ERSvc: Windows Error Reporting Service
• WerSvc: Windows Error Reporting Service
Bagaimana cara penyebaran virus ini?
Virus ini menyebar dengan empat cara, yaitu:
• Dengan mengeksploitasi PC Windows yang belum di-patch yang terhubung pada suatu jaringan
• Dengan serangan “brute force dictionary” terhadap password administrator yang menggunakan password yang lemah
• Dengan menginfeksi removable drive stick (thumb drive)
• Dengan menggunakan Windows scheduled tasks dan Autorun untuk menginfeksi ulang PC yang sudah dibersihkan dengan anti virus (makanya, jangan keburu senang jika anti virus kita menyatakan bahwa komputer kita sudah bersih, karena setelah re-start, virus tersebut akan hadir lagi jika dilakukan scan ulang)
Setelah mengenai komputer, maka virus ini akan:
• Menggandakan diri ke dalam folder system Windows (misalnya C:\\Windows\System 32)
• Mengubah registry Windows
• Mengganti akses klik kanan dan registry keys supaya pengguna tidak dapat mengubah dan menghapusnya
• Membuatnya mampu me-restart saat Windows di-start
• Menghubungi suatu situs dengan IP address umum (misalnya http://www.getmyip.org) untuk menemukan IP address komputer kita
• Mendownload versi-versi modifikasi dari virus itu sendiri dari sejumlah websites berdasarkan waktu dan tanggal yang sangat susah untuk diprediksi kapan akan terjadi
• Memulai sendiri web server pada random port dari PC kita untuk mendownload virus yang sudah dimodifikasi
Cara menanggulangi virus tersebut:
Pertama-tama, cobalah hilangkan virus tersebut dengan Microsoft Windows Malicious Software Removal Tool. Namun jika komputer kita telah terinfeksi virus ini, besar kemungkinan semua sites yang menjadi host tool ini sudah di-block olehnya. Maka kita dapat mendownloadnya secara gratis dari website Microsoft’s content distribution network di:
http://mscom-dlcecn.vo.llnwd.net/dow…90830-v2.6.exe
Untuk komputer berbasis Vista x64, Windows XP x64 and Windows 2003 x64, dapat mendownload tool tersebut secara gratis dari:
http://mscom-dlcecn.vo.llnwd.net/dow…0-x64-v2.6.exe
Jika Windows tool tersebut gagal, kita juga dapat mencoba menggunakan K7 Antivirus atau K7 Computing Free Virus Removal Tool. Karena domain-nya juga sudah di-block oleh si virus, gunakan link di bawah ini untuk mendownloadnya:
http://70.32.74.100/tools/k7downadupremover.zip
Setelah instalasi, langkah-langkah yang dianjurkan untuk dilakukan adalah:
• Meng-update versi terbaru dari tool ini
• Me-restart Windows di safe mode
• Menjalankan full system scan
• Menghapus semua file yang sudah terinfeksi virus ini
• Re-start Windows dalam normal mode
Fix Windows Registry
Virus ini, seperti layaknya jenis-jenis virus lainnya, selalu momodifikasi Windows Registry. Maka jangan lupa untuk men-scan dan mem-fix Windows Registry dengan Regcure/Mindsoft Utilities/RegDefense atau tools sejenisnya.
Setelah fixing windows registry, disarankan untuk selalu meng-update Windows Anda.
Disable AutoRun and AutoPlay
Sangat dianjurkan untuk men-disable AutoRun dan Auto{lay untuk menghindari infeksi virus sejenis di masa mendatang.
AutoRun dan AutoPlayadalah salah satu feauture default dari Windows yang memungkinkan media dan devices untuk meluncurkan program dengan menggunakan perintah-perintah terdaftar di “autorun.inf” yang tersimpan di medium’s root directory. Para pencipta malware sangat menyukai AutoRun dan AutoPlay karena susah untuk di-disable dan mudah untuk dieksploitasi.
Untuk men-disable AutoRun dan AutoPlay secara cepat dan mudah, kita dapat melakukannya dengan cara:
• Mendownload secara gratis tool DisableAuto 0.2 (Softpedia) secara gratis dari website http://www.softpedia.com/get/Tweak/R…ableAuto.shtml
• Unzip file-nya. Maka akan muncul sebuah reg file yang disebut “disableauto.reg”
• Double klik Reg file tersebut untuk memodifikasi Registry
• Reboot Windows. Sekarang AutoPlay dan AutoRun sudah dalam status disabled. Tapi kita masih bisa meng-akses dan menjalankan semua media secara manual.
Selamat mencoba, semoga berhasil.
Diintisarikan dan diterjemahkan dari sumber: www.downadup.com. Untuk informasi yang lebih lengkap dan mendetail, silakan kunjungi situs tersebut.
Info Tambahan, saya saat mengatasi virus downadup/konficker:
Ciri Jika terkena virus ini, flashdisk akan muncul file autorun.inf & file folder recycler yg berisi jwgkvsq.vmx, semua situs antivirus dan microsoft tidak bisa diakses.
1. Download MS08-67 vulnerability patch dan jalankan (kalo download pake komputer yang udah kena virus ini ngga akan bisa)
2. Download remover tool disini
3. Unzip dan ekstrak di desktop.
4. Cabut kabel Lan jika ada
5. Jalankan file Anti-Downadup-graphics.exe yang ada di folder Removal Tool tadi
6. Tunggu sampai selesai. Kemudian restart komputernya
Oke semoga membantu, silakan posting lagi kalo masih bermasalah.
artikel asli...http://bakung16.wordpress.com/2009/02/13/mengenal-virus-atau-worm-downadup-kido-konficker/
Hampir 6% dari komputer terinfeksi oleh worm jenis CONFIKER.( http://www.net-security.org/malware_news.php?id=1027 ) .
Bayangkan saja , worm ini sudah menyebar ke 83 negara. Di US sendiri PandaLabs sudah mengidentifikasi setidaknya 18000 komputer yang terinfeksi meskipun nominal itu bisa jadi lebih pada kenyataannya. Penyebaran nya melalui memory USB yang sering kita sebut flashdisk atau juga dari mp3 players. Masih menurut PandaLabs, mereka menemukan bahwa beberapa variant menyebarkan BFA (brute force attack) , salah satu teknik dalam membobol passwords, dari komputer yang terinfeksi dan juga dalam jaringan internal dalam perusahaan. Dalam system operasi windows, ini bekerja waktu kita memasukkan perangkat memory USB. Program jahatnya itu bekerja sebagai pilihan untuk membuka folder dan melihat isi folder. Jadi .. pada dasarnya waktu kita ingin melihat isi suatu folder, pada saat itu lah kita menjalankan worm dan menginfeksi komputer kita sendiri. How poor we are… (malang nya nasib mu nak.)
Saran ku sih, abaikan saja windows yang keluar waktu flashdisk kita masukkan, yang ada beberapa pilihan operasinya , open with … apalah, TERMASUK views as folder gitulah kalau tidak salah lihat aku. Lebih lanjut , kita lihat apa sebenarnya confiker dari sudut pandang Mr. Wiki. Pliz give me the permission to take some of your words. =)
Confiker, berasal dari bahasa jerman yang merujuk ke program yang memanipulasi konfigurasi, dalam bahasa Inggris nya seperti configure.
penyebaran confiker
http://justchrizz.files.wordpress.com/2009/02/800px-confickersvg1.png?w=450&h=318
( this figure is taken from http://en.wikipedia.org/wiki/Conficker )
Worm confiker ini terutama menyebarkan dirinya melalui overflow buffer dalam layanan server pada komputer windows. Worm ini menggunakan permintaan khusus yang menciptakan RPC (Remote Procedure Call), jenis kegiatan remote yang memungkinkan untuk melakukan eksekusi di komputer lain. Sedikit kurang ajar perlakukan ini kalau tanpa izin dari pihak yang berwenang. Ketika worm ini dieksekusi, confiker me non aktifkan sejumlah layanan system seperti Windows Automatic Update, Windows Security Center, Windows Defender dan Windows Error Reporting. Lalu terkoneksi ke server, dimana akan menerima perintah untuk mengarahkan, mengumpulkan informasi personal, mengunduh dan instalasi malware tambahan ke komputer yang jadi korban. Worm ini juga menumpangkan dirinya ke proses windows tertentu seperti svchost.exe , explorer.exe dan service.exe .
Gejala-gejala yang lainnya adalah
* tidak dapat mengakses keamanan yang ada di sistem operasi yang berhubungan dengan web site
* Scheduled tasks dibuat, bisa dilihat dari C:\WINDOWS\Tasks –> ini dia yang rada kurang ajar ( kalau ga’ bisa nahan amarah, hapus aja langsung )
artikel asli...http://justchrizz.wordpress.com/2009/02/11/confiker-worm/
VIVAnews — Ulah virus Conficker alias Downadup ternyata telah mengimbas militer Perancis. Tak main-main, pesawat tempur Perancis Rafale terpaksa batal mengudara karena jaringan database komputer angkatan laut-nya terinfeksi virus ini.
Pesawat tempur canggih itu gagal mengudara karena tak dapat mengunduh rencana rute penerbangan. Karena kebakaran jenggot, para staf angkatan laut sempat dilarang untuk menghidupkan komputer sama sekali.
Virus Conficker memang telah menyebar demikian luas di komputer Windows, sejak Oktober tahun lalu. Namun militer Perancis mengabaikan peringatan tentang bahaya virus ini sehingga alfa untuk menginstal tambalan-tambalan keamanan baru yang mampu mengantisipasi virus ini.
Kepada surat kabar Perancis Ouest France, juru bicara Angkatan Udara Perancis Jerome Erulin, mengakui hal itu. “Virus itu menyebabkan terhambatnya pertukaran informasi, namun tidak ada data yang hilang,” kata Erulin, dikutip dari situs Telegraph.
Setelah mengetahui adanya program jahat di jaringan komputer, pihak AU langsung memotong jalur komunikasi yang memungkinkan penyebaran virus.
Akibatnya, AU kembali menggunakan media komunikasi tradisional, yaitu telepon, faksimili, dan bahkan menggunakan surat.
Pejabat AU Perancis mengatakan bahwa insiden ini lebih disebabkan akibat kelalaian, dan bukan kejadian yang direncanakan. Diperkirakan virus ini berasal dari memori USB yang dicolok oleh salah seorang anggotanya.
Menurut harian Liberation, hingga kini, kementrian pertahanan Perancis belum mengetahui berapa banyak komputer di jaringan militer yang telah ketularan virus ini.
Ini bukan pertama kalinya jaringan komputer militer jebol oleh serangan virus. Sebelumnya, kementrian pertahanan Inggris juga sempat diserang oleh sebuah virus hybrid yang sukses menginfeksi lebih dari 24 pangkalan udara Royal Air Force (Angkatan Udara Inggris).
Bahkan, virus itu juga menginfeksi 75 persen komputer di kapal AU Inggris, termasuk kapal induk pengangkut pesawat Ark Royal.
Agaknya, pihak militer sebagai penjaga keamanan wilayah suatu negara, banyak yang mengabaikan masalah keamanan komputer. Padahal alat-alat dan persenjataan mereka telah mengadopsi sistem komputerisasi.
• VIVAnew
artikel asli...http://teknologi.vivanews.com/news/read/28950-pesawat_tempur_lumpuh_akibat_virus
Bagaimana mengetahui apakah komputer kita sudah terserang virus ini?
Biasanya setelah men-scan komputer dengan anti virus, kita akan mendapati warning yang menyatakan bahwa komputer kita sudah terinfeksi oleh Downadup, Kido, atau Conficker, yang biasanya disebutkan dengan nama-nama sebagai berikut:
• Net-Worm.Win32.Kido
• W32/Conficker.worm.gen
• Worm.Conficker
• W32.Downadup
• W32/Downadup.AL
• W32/Confick-A
• Win32/Conficker.A
• Mal/Conficker
Lalu terjadi connection dan Windows Errors, antara lain:
• Auto update dari Microsoft dan auto update anti virus berulang kali gagal
• Tidak dapat meng-update Windows Defender
• Munculnya random errors “svchost”
• Tidak dapat browsing ke situs-situs yang menyediakan penangkal untuk virus ini (misalnya tidak bisa browsing ke www.microsoft.com)
Selain itu, layanan-layanan Windows tidak dapat bekerja, misalnya:
• wuauserv: Windows Automatic Update Service
• BITS: Background Intelligent Transfer Service
• wscsvc: Windows Security Center Service
• WinDefend: Windows Defender Service
• ERSvc: Windows Error Reporting Service
• WerSvc: Windows Error Reporting Service
Bagaimana cara penyebaran virus ini?
Virus ini menyebar dengan empat cara, yaitu:
• Dengan mengeksploitasi PC Windows yang belum di-patch yang terhubung pada suatu jaringan
• Dengan serangan “brute force dictionary” terhadap password administrator yang menggunakan password yang lemah
• Dengan menginfeksi removable drive stick (thumb drive)
• Dengan menggunakan Windows scheduled tasks dan Autorun untuk menginfeksi ulang PC yang sudah dibersihkan dengan anti virus (makanya, jangan keburu senang jika anti virus kita menyatakan bahwa komputer kita sudah bersih, karena setelah re-start, virus tersebut akan hadir lagi jika dilakukan scan ulang)
Setelah mengenai komputer, maka virus ini akan:
• Menggandakan diri ke dalam folder system Windows (misalnya C:\\Windows\System 32)
• Mengubah registry Windows
• Mengganti akses klik kanan dan registry keys supaya pengguna tidak dapat mengubah dan menghapusnya
• Membuatnya mampu me-restart saat Windows di-start
• Menghubungi suatu situs dengan IP address umum (misalnya http://www.getmyip.org) untuk menemukan IP address komputer kita
• Mendownload versi-versi modifikasi dari virus itu sendiri dari sejumlah websites berdasarkan waktu dan tanggal yang sangat susah untuk diprediksi kapan akan terjadi
• Memulai sendiri web server pada random port dari PC kita untuk mendownload virus yang sudah dimodifikasi
Cara menanggulangi virus tersebut:
Pertama-tama, cobalah hilangkan virus tersebut dengan Microsoft Windows Malicious Software Removal Tool. Namun jika komputer kita telah terinfeksi virus ini, besar kemungkinan semua sites yang menjadi host tool ini sudah di-block olehnya. Maka kita dapat mendownloadnya secara gratis dari website Microsoft’s content distribution network di:
http://mscom-dlcecn.vo.llnwd.net/dow…90830-v2.6.exe
Untuk komputer berbasis Vista x64, Windows XP x64 and Windows 2003 x64, dapat mendownload tool tersebut secara gratis dari:
http://mscom-dlcecn.vo.llnwd.net/dow…0-x64-v2.6.exe
Jika Windows tool tersebut gagal, kita juga dapat mencoba menggunakan K7 Antivirus atau K7 Computing Free Virus Removal Tool. Karena domain-nya juga sudah di-block oleh si virus, gunakan link di bawah ini untuk mendownloadnya:
http://70.32.74.100/tools/k7downadupremover.zip
Setelah instalasi, langkah-langkah yang dianjurkan untuk dilakukan adalah:
• Meng-update versi terbaru dari tool ini
• Me-restart Windows di safe mode
• Menjalankan full system scan
• Menghapus semua file yang sudah terinfeksi virus ini
• Re-start Windows dalam normal mode
Fix Windows Registry
Virus ini, seperti layaknya jenis-jenis virus lainnya, selalu momodifikasi Windows Registry. Maka jangan lupa untuk men-scan dan mem-fix Windows Registry dengan Regcure/Mindsoft Utilities/RegDefense atau tools sejenisnya.
Setelah fixing windows registry, disarankan untuk selalu meng-update Windows Anda.
Disable AutoRun and AutoPlay
Sangat dianjurkan untuk men-disable AutoRun dan Auto{lay untuk menghindari infeksi virus sejenis di masa mendatang.
AutoRun dan AutoPlayadalah salah satu feauture default dari Windows yang memungkinkan media dan devices untuk meluncurkan program dengan menggunakan perintah-perintah terdaftar di “autorun.inf” yang tersimpan di medium’s root directory. Para pencipta malware sangat menyukai AutoRun dan AutoPlay karena susah untuk di-disable dan mudah untuk dieksploitasi.
Untuk men-disable AutoRun dan AutoPlay secara cepat dan mudah, kita dapat melakukannya dengan cara:
• Mendownload secara gratis tool DisableAuto 0.2 (Softpedia) secara gratis dari website http://www.softpedia.com/get/Tweak/R…ableAuto.shtml
• Unzip file-nya. Maka akan muncul sebuah reg file yang disebut “disableauto.reg”
• Double klik Reg file tersebut untuk memodifikasi Registry
• Reboot Windows. Sekarang AutoPlay dan AutoRun sudah dalam status disabled. Tapi kita masih bisa meng-akses dan menjalankan semua media secara manual.
Selamat mencoba, semoga berhasil.
Diintisarikan dan diterjemahkan dari sumber: www.downadup.com. Untuk informasi yang lebih lengkap dan mendetail, silakan kunjungi situs tersebut.
Info Tambahan, saya saat mengatasi virus downadup/konficker:
Ciri Jika terkena virus ini, flashdisk akan muncul file autorun.inf & file folder recycler yg berisi jwgkvsq.vmx, semua situs antivirus dan microsoft tidak bisa diakses.
1. Download MS08-67 vulnerability patch dan jalankan (kalo download pake komputer yang udah kena virus ini ngga akan bisa)
2. Download remover tool disini
3. Unzip dan ekstrak di desktop.
4. Cabut kabel Lan jika ada
5. Jalankan file Anti-Downadup-graphics.exe yang ada di folder Removal Tool tadi
6. Tunggu sampai selesai. Kemudian restart komputernya
Oke semoga membantu, silakan posting lagi kalo masih bermasalah.
artikel asli...http://bakung16.wordpress.com/2009/02/13/mengenal-virus-atau-worm-downadup-kido-konficker/
Hampir 6% dari komputer terinfeksi oleh worm jenis CONFIKER.( http://www.net-security.org/malware_news.php?id=1027 ) .
Bayangkan saja , worm ini sudah menyebar ke 83 negara. Di US sendiri PandaLabs sudah mengidentifikasi setidaknya 18000 komputer yang terinfeksi meskipun nominal itu bisa jadi lebih pada kenyataannya. Penyebaran nya melalui memory USB yang sering kita sebut flashdisk atau juga dari mp3 players. Masih menurut PandaLabs, mereka menemukan bahwa beberapa variant menyebarkan BFA (brute force attack) , salah satu teknik dalam membobol passwords, dari komputer yang terinfeksi dan juga dalam jaringan internal dalam perusahaan. Dalam system operasi windows, ini bekerja waktu kita memasukkan perangkat memory USB. Program jahatnya itu bekerja sebagai pilihan untuk membuka folder dan melihat isi folder. Jadi .. pada dasarnya waktu kita ingin melihat isi suatu folder, pada saat itu lah kita menjalankan worm dan menginfeksi komputer kita sendiri. How poor we are… (malang nya nasib mu nak.)
Saran ku sih, abaikan saja windows yang keluar waktu flashdisk kita masukkan, yang ada beberapa pilihan operasinya , open with … apalah, TERMASUK views as folder gitulah kalau tidak salah lihat aku. Lebih lanjut , kita lihat apa sebenarnya confiker dari sudut pandang Mr. Wiki. Pliz give me the permission to take some of your words. =)
Confiker, berasal dari bahasa jerman yang merujuk ke program yang memanipulasi konfigurasi, dalam bahasa Inggris nya seperti configure.
penyebaran confiker
http://justchrizz.files.wordpress.com/2009/02/800px-confickersvg1.png?w=450&h=318
( this figure is taken from http://en.wikipedia.org/wiki/Conficker )
Worm confiker ini terutama menyebarkan dirinya melalui overflow buffer dalam layanan server pada komputer windows. Worm ini menggunakan permintaan khusus yang menciptakan RPC (Remote Procedure Call), jenis kegiatan remote yang memungkinkan untuk melakukan eksekusi di komputer lain. Sedikit kurang ajar perlakukan ini kalau tanpa izin dari pihak yang berwenang. Ketika worm ini dieksekusi, confiker me non aktifkan sejumlah layanan system seperti Windows Automatic Update, Windows Security Center, Windows Defender dan Windows Error Reporting. Lalu terkoneksi ke server, dimana akan menerima perintah untuk mengarahkan, mengumpulkan informasi personal, mengunduh dan instalasi malware tambahan ke komputer yang jadi korban. Worm ini juga menumpangkan dirinya ke proses windows tertentu seperti svchost.exe , explorer.exe dan service.exe .
Gejala-gejala yang lainnya adalah
* tidak dapat mengakses keamanan yang ada di sistem operasi yang berhubungan dengan web site
* Scheduled tasks dibuat, bisa dilihat dari C:\WINDOWS\Tasks –> ini dia yang rada kurang ajar ( kalau ga’ bisa nahan amarah, hapus aja langsung )
artikel asli...http://justchrizz.wordpress.com/2009/02/11/confiker-worm/
VIVAnews — Ulah virus Conficker alias Downadup ternyata telah mengimbas militer Perancis. Tak main-main, pesawat tempur Perancis Rafale terpaksa batal mengudara karena jaringan database komputer angkatan laut-nya terinfeksi virus ini.
Pesawat tempur canggih itu gagal mengudara karena tak dapat mengunduh rencana rute penerbangan. Karena kebakaran jenggot, para staf angkatan laut sempat dilarang untuk menghidupkan komputer sama sekali.
Virus Conficker memang telah menyebar demikian luas di komputer Windows, sejak Oktober tahun lalu. Namun militer Perancis mengabaikan peringatan tentang bahaya virus ini sehingga alfa untuk menginstal tambalan-tambalan keamanan baru yang mampu mengantisipasi virus ini.
Kepada surat kabar Perancis Ouest France, juru bicara Angkatan Udara Perancis Jerome Erulin, mengakui hal itu. “Virus itu menyebabkan terhambatnya pertukaran informasi, namun tidak ada data yang hilang,” kata Erulin, dikutip dari situs Telegraph.
Setelah mengetahui adanya program jahat di jaringan komputer, pihak AU langsung memotong jalur komunikasi yang memungkinkan penyebaran virus.
Akibatnya, AU kembali menggunakan media komunikasi tradisional, yaitu telepon, faksimili, dan bahkan menggunakan surat.
Pejabat AU Perancis mengatakan bahwa insiden ini lebih disebabkan akibat kelalaian, dan bukan kejadian yang direncanakan. Diperkirakan virus ini berasal dari memori USB yang dicolok oleh salah seorang anggotanya.
Menurut harian Liberation, hingga kini, kementrian pertahanan Perancis belum mengetahui berapa banyak komputer di jaringan militer yang telah ketularan virus ini.
Ini bukan pertama kalinya jaringan komputer militer jebol oleh serangan virus. Sebelumnya, kementrian pertahanan Inggris juga sempat diserang oleh sebuah virus hybrid yang sukses menginfeksi lebih dari 24 pangkalan udara Royal Air Force (Angkatan Udara Inggris).
Bahkan, virus itu juga menginfeksi 75 persen komputer di kapal AU Inggris, termasuk kapal induk pengangkut pesawat Ark Royal.
Agaknya, pihak militer sebagai penjaga keamanan wilayah suatu negara, banyak yang mengabaikan masalah keamanan komputer. Padahal alat-alat dan persenjataan mereka telah mengadopsi sistem komputerisasi.
• VIVAnew
artikel asli...http://teknologi.vivanews.com/news/read/28950-pesawat_tempur_lumpuh_akibat_virus
mengatasi virus komputer di microtik
Gambar di samping kiri ini merupakan akal-akalan gambar dari penulis yang mengibaratkan conficker di ikat, sehingga tidak jalan-jalan ke jaringan komputer. hihihi… kayak apa virus ini pun, penulis juga gak tau… yang jelas ciri virus confiker Komputer mendapat pesan Generic Host Process (GHP) Error dan setelah itu koneksi internet dari komputer mati, maka kemungkinan besar jaringan komputer anda sudah tercemar oleh Conficker. Penyebabnya bukanlah komputer yang menampilkan pesan GHP error tersebut, melainkan karena (minimal) salah satu komputer di jaringan anda sudah terinfeksi Conficker dan secara otomatis melakukan scanning ke jaringan lokal dan menyebarkan dirinya ke semua komputer yang rentan atau belum di patch MS 06-037. jika sudah terinfeksi maka dapat dikenali dengan : 1. System Restore dilumpuhkan 2. Membuat HTTP Server dari port 1024 s/d 10000 3. Melakukan patch pada komputer terinfeksi 4. Download File secara otomatis untuk update virus ini (loadadv.exe) untuk menghambat penyebaran dan
dan proses update virus ini, temen2 bisa melakukan beberapa langkah di mikrotik : 1. blok file bernama loadadv.exe 2. melakukan blok terhadap UDP Port 135, 137, 138 dan 445 dan TCP Port 135 , 139 , 445 dan 5933. melakukan patch keamanan windows RPC Dcom3 atau bisa lihat di http://www.microsoft.com/technet/sec…/MS08-067.mspx
Untuk menghentikan virus ini di Mikrotik, masukkan blocking loadadv.exe melalui web-proxy access, klik tanda +, isikan di kolom url, access deny, kemudian copy paste kan script ini di Winbox anda dengan cara, buka Winbox kemudian pilih New Terminal, Paste kan.. wis gitu aja..
/ip firewall filter add chain=virus protocol= udp dst-port=135 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= udp dst-port=137 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= udp dst-port=138 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= udp dst-port=445 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=135 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=139 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=5933 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=445 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=4691 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
Tambahan.. untuk memperkuat Mikrotik anda. perlu juga anda tambahkan port-port di atas di masukkan di Web Proxy Direct, seperti gambar di bawah ini
dan proses update virus ini, temen2 bisa melakukan beberapa langkah di mikrotik : 1. blok file bernama loadadv.exe 2. melakukan blok terhadap UDP Port 135, 137, 138 dan 445 dan TCP Port 135 , 139 , 445 dan 5933. melakukan patch keamanan windows RPC Dcom3 atau bisa lihat di http://www.microsoft.com/technet/sec…/MS08-067.mspx
Untuk menghentikan virus ini di Mikrotik, masukkan blocking loadadv.exe melalui web-proxy access, klik tanda +, isikan di kolom url, access deny, kemudian copy paste kan script ini di Winbox anda dengan cara, buka Winbox kemudian pilih New Terminal, Paste kan.. wis gitu aja..
/ip firewall filter add chain=virus protocol= udp dst-port=135 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= udp dst-port=137 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= udp dst-port=138 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= udp dst-port=445 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=135 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=139 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=5933 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=445 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
/ip firewall filter add chain=virus protocol= tcp dst-port=4691 action=drop comment=”Confiker” disabled=no
Tambahan.. untuk memperkuat Mikrotik anda. perlu juga anda tambahkan port-port di atas di masukkan di Web Proxy Direct, seperti gambar di bawah ini
pencegahan virus
Memulihkan komputer yang terkena virus akan sangat merepotkan dan melelahkan. Kadang-kadang dicoba berkali-kali belum tentu berhasil. Untuk komputer yang belum terkena virus, akan jauh lebih mudah jika kita membiasakan diri dengan pola pemakaian komputer yang ‘aman’ dan sedia payung sebelum hujan.
Setiap orang punya cara sendiri untuk mencegah penularan virus. Berikut adalah cara-cara yang saya terapkan, pertimbangkan dan terapkan yang sesuai menurut anda:
1. Saya tidak menggunakan anti virus sama sekali. Anti virus rata-rata memperlambat komputer (ketahuan kalo komputer saya masih kuno...), melakukan banyak intervensi, dan kurang efektif untuk virus-virus lokal yang selama ini justru lebih besar ancamannya daripada virus-virus internasional. Update anti virus secara berkala juga tidak menjamin anti virus akan efektif.
2. Pastikan setting Windows Explorer memudahkan kita memergoki virus.
1. Selalu gunakan View ® Detail agar setiap file ditampilkan secara detail, sehingga file yang ganjil mudah terlihat, misalnya file bertipe “Application” tetapi ikonnya folder.
2. Pada menu Folder Options, aktifkan pilihan Show hidden files and folders, non-aktifkan pilihan Hide extensions for known file types, kalau perlu nonaktifkan juga pilihan Hide protected operating system files (Recommended). Kemudian klik tombol Apply to All Folders. Hal ini akan sangat membantu kita menangkap keganjilan suatu file, misalnya file berekstensi EXE atau SCR, tetapi tipenya Microsoft Word Document.
3. Biasakan menggunakan Windows Explorer untuk membuka file dengan mengklik dua kali pada file yang akan dibuka. Dengan cara ini kita akan terlatih untuk mengetahui lebih dulu ikon, ekstensi dan tipe file yang akan dibuka. Jika file yang akan dibuka ternyata virus, ia tidak akan menular selama tidak dibuka, jadi tinggal dihapus saja dan komputer tidak jadi tertular.
3. Gunakan program untuk mem-backup sistem
Gunakan program seperti GHOST.EXE untuk membackup partisi sistem (C:) ke drive lain. Jika terjadi infeksi virus, drive C: dapat dikembalikan seperti sedia kala dengan menyalin hasil backup. Hal ini akan sangat menghemat waktu. Virus apapun jenisnya, cara ini dapat mengatasi masalah tanpa masalah baru, ASALKAN virus yang menyerang tidak menghapus atau mengubah file secara membabi buta.
Untuk tip ini, diperlukan space di drive lain yang besarnya kurang lebih sama dengan ukuran drive C: yang digunakan (ruang kosong tidak dihitung), dan sebaiknya data selalu di simpan di drive selain C:. Cara ini tidak berlaku untuk komputer yang hanya memiliki satu drive harddisk.
4. Jika memungkinkan, backup data-data penting ke media yang hanya bisa dibaca, misalnya CD.
5. Umumnya virus yang menyerang dokumen hanya mencari file .DOC. Untuk file dokumen ketikan yang hanya berisi teks saja (tidak mengandung tabel atau gambar), gunakan tipe .RTF (Rich Text Format). Jika file dokumen tersebut tidak hanya berisi teks, biasanya jika disimpan dengan format RTF akan berukuran jauh lebih besar.
6. Untuk Windows 9X, data atau program penting dapat disimpan dalam folder khusus yang dapat ‘dikunci’. Cara menguncinya adalah dengan mengubah namanya melalui Command Prompt, dengan menambahkan karakter ASCII dengan kode 255 pada nama folder tersebut.
Contoh: Misal nama folder tersebut RAHASIA.
Code:
REN RAHASIA _RAHASIA untuk mengunci
REN _RAHASIA RAHASIA untuk membuka kunci
Karakter “_” di atas bukan underscore (garis bawah) tetapi karakter ASCII 255 yang dibuat dengan cara menekan tombol Alt, kemudian dengan kondisi tombol Alt tetap ditekan, tekan tombol numerik 2, kemudian tombol 5, dan tombol 5 lagi. Setelah dikunci dengan cara ini, folder tersebut tidak dapat dibuka, dihapus ataupun diubah namanya. File di dalamnya juga aman dari virus. Tetapi trik ini tidak dapat diterapkan pada Windows XP.
7. Waspadalah ketika memasukkan disket, CD atau flashdisk. Periksa dulu isinya sebelum mulai membuka atau mengkopi file di dalamnya. Pastikan tidak ada file mencurigakan.
Setiap orang punya cara sendiri untuk mencegah penularan virus. Berikut adalah cara-cara yang saya terapkan, pertimbangkan dan terapkan yang sesuai menurut anda:
1. Saya tidak menggunakan anti virus sama sekali. Anti virus rata-rata memperlambat komputer (ketahuan kalo komputer saya masih kuno...), melakukan banyak intervensi, dan kurang efektif untuk virus-virus lokal yang selama ini justru lebih besar ancamannya daripada virus-virus internasional. Update anti virus secara berkala juga tidak menjamin anti virus akan efektif.
2. Pastikan setting Windows Explorer memudahkan kita memergoki virus.
1. Selalu gunakan View ® Detail agar setiap file ditampilkan secara detail, sehingga file yang ganjil mudah terlihat, misalnya file bertipe “Application” tetapi ikonnya folder.
2. Pada menu Folder Options, aktifkan pilihan Show hidden files and folders, non-aktifkan pilihan Hide extensions for known file types, kalau perlu nonaktifkan juga pilihan Hide protected operating system files (Recommended). Kemudian klik tombol Apply to All Folders. Hal ini akan sangat membantu kita menangkap keganjilan suatu file, misalnya file berekstensi EXE atau SCR, tetapi tipenya Microsoft Word Document.
3. Biasakan menggunakan Windows Explorer untuk membuka file dengan mengklik dua kali pada file yang akan dibuka. Dengan cara ini kita akan terlatih untuk mengetahui lebih dulu ikon, ekstensi dan tipe file yang akan dibuka. Jika file yang akan dibuka ternyata virus, ia tidak akan menular selama tidak dibuka, jadi tinggal dihapus saja dan komputer tidak jadi tertular.
3. Gunakan program untuk mem-backup sistem
Gunakan program seperti GHOST.EXE untuk membackup partisi sistem (C:) ke drive lain. Jika terjadi infeksi virus, drive C: dapat dikembalikan seperti sedia kala dengan menyalin hasil backup. Hal ini akan sangat menghemat waktu. Virus apapun jenisnya, cara ini dapat mengatasi masalah tanpa masalah baru, ASALKAN virus yang menyerang tidak menghapus atau mengubah file secara membabi buta.
Untuk tip ini, diperlukan space di drive lain yang besarnya kurang lebih sama dengan ukuran drive C: yang digunakan (ruang kosong tidak dihitung), dan sebaiknya data selalu di simpan di drive selain C:. Cara ini tidak berlaku untuk komputer yang hanya memiliki satu drive harddisk.
4. Jika memungkinkan, backup data-data penting ke media yang hanya bisa dibaca, misalnya CD.
5. Umumnya virus yang menyerang dokumen hanya mencari file .DOC. Untuk file dokumen ketikan yang hanya berisi teks saja (tidak mengandung tabel atau gambar), gunakan tipe .RTF (Rich Text Format). Jika file dokumen tersebut tidak hanya berisi teks, biasanya jika disimpan dengan format RTF akan berukuran jauh lebih besar.
6. Untuk Windows 9X, data atau program penting dapat disimpan dalam folder khusus yang dapat ‘dikunci’. Cara menguncinya adalah dengan mengubah namanya melalui Command Prompt, dengan menambahkan karakter ASCII dengan kode 255 pada nama folder tersebut.
Contoh: Misal nama folder tersebut RAHASIA.
Code:
REN RAHASIA _RAHASIA untuk mengunci
REN _RAHASIA RAHASIA untuk membuka kunci
Karakter “_” di atas bukan underscore (garis bawah) tetapi karakter ASCII 255 yang dibuat dengan cara menekan tombol Alt, kemudian dengan kondisi tombol Alt tetap ditekan, tekan tombol numerik 2, kemudian tombol 5, dan tombol 5 lagi. Setelah dikunci dengan cara ini, folder tersebut tidak dapat dibuka, dihapus ataupun diubah namanya. File di dalamnya juga aman dari virus. Tetapi trik ini tidak dapat diterapkan pada Windows XP.
7. Waspadalah ketika memasukkan disket, CD atau flashdisk. Periksa dulu isinya sebelum mulai membuka atau mengkopi file di dalamnya. Pastikan tidak ada file mencurigakan.
penanganan virus brontok
Virus Brontok
Sebenarnya virus Brontok sudah berkembang dan dirilis berkali-kali. Penulis tidak ingat virus Brontok yang diujicoba ketika tulisan ini dibuat versi berapa. Yang jelas ciri-ciri dan cara kerja virus yang diujicoba ini dijelaskan berikut ini.
a. Ciri-ciri
= Memanfaatkan ekstensi EXE, COM, PIF, SCR untuk duplikasi virus
= Ukuran file 45KB (45.344 byte)
= Dibuat tanggal 16 Januari 2006, jam 09:10
= Memperlambat komputer
= Menghilangkan menu Folder Options
= Memanipulasi setting Folder Options sehingga file hidden tidak ditampilkan
= Menyembunyikan ekstensi file pada Windows Explorer
= Membuat file EMPTY.PIF (duplikat virus) di Start > Programs > StartUp
= Restart komputer jika user mencoba menjalankan program-program: REGEDIT.EXE, CMD.EXE (Command Prompt),
= Membuat jadwal periodik (Scheduled Task) bernama At1 dan At2, lihat di Control Panel > Scheduled Tasks
= Membuat duplikasi virus:
Banyak file duplikasi yang namanya diacak dengan nama-nama seperti: br6657on.exe, csrss.exe, inetinfo.exe, lsass.exe, services.exe, smss.exe, svchost.exe, winlogon.exe, 11496-NendangBro.com, Empty.pif, DXBLAK.exe, cmd-bro-nmx.exe.
* File screen saver (.SCR) di folder C:\Windows\System32 dengan nama misalnya "kecrut’s Settings.SCR”, di mana kecrut adalah nama user yang terdaftar dalam User Accounts (Control Panel > User Accounts)
* EMPTY.PIF di Start > Programs > StartUp
* Di Folder C:\Windows\ShellNew
= Dibuat menggunakan program Visual Basic 6.0
= Virus tetap bekerja di Safe Mode
b. Cara Mengatasinya
= Catat ukuran dan tanggal file virus yang sudah menular di berbagai folder. Jika tidak ketemu, klik kanan file EMPTY.PIF di Start ® Programs ® Startup, klik Properties, lihat ukuran dan tanggalnya.
= Booting ulang menggunakan StartUp Disk Windows 98 (walah... harus buat StartUp 98)
= Setelah berhasil masuk ke Command Prompt 98:
1. Masuk ke folder Windows (C:\Windows), cari file .EXE yang ukuran dan tanggalnya sama dengan file virusnya. File ini hidden, gunakan perintah "DIR *.EXE /A".
2. Non-aktifkan atribut hidden pada file tersebut, kemudian ubah ekstensi file tersebut menjadi ekstensi lain misalnya “.DEL”. Jika file ini ternyata bukan file virus, nanti bisa dikembalikan ke nama aslinya.
(Misal nama filenya "SEMBAK~1.EXE":)
ATTRIB –R –H –S SEMBAK~1.EXE
REN SEMBAK~1.EXE SEMBAK~1.DEL
3. Masuk ke folder C:\Documents and Settings, ubah semua folder yang namanya sama dengan nama-nama user yang terdaftar dalam User Accounts. Nama yang panjang biasanya terpotong menjadi enam karakter ditambah karakter “~” dan karakter angka, misal “Soepardjono” akan menjadi "SOEPAR~1". Jika nama folder mengandung titik, folder tersebut akan memiliki ekstensi. Gunakan perintah “DIR /AD” untuk melihat nama-nama folder di dalamnya.
Contoh:
C:\WINDOWS>CD ..
C:\>CD DOCUME~1 atau CD “Documents and Settings”
C:\DOCUME~1>DIR /AD
(Daftar nama folder ditampilkan)
C:\DOCUME~1>REN SOEPAR~1 SUPAR
C:\DOCUME~1>REN MASYUS~1.YES MASYUS.TOK
4. Masuk ke folder C:\Windows\ShellNew, ubah ekstensi file .EXE yang tanggal dan ukurannya sama dengan tanggal dan ukuran file virus. File ini hidden, gunakan perintah “DIR *.*/A”. Sebelum dihapus, atribut hidden-nya harus dinonaktifkan dulu:
(Misal nama filenya bbm-ypmmngnc.exe)
ATTRIB –R –H –S BBM-Y~1.EXE
REN BBM-Y~1.EXE BBM-Y~1.DEL
5. Keluarkan disket startup dari floppy drive, kemudian restart.
6. Jika langkah-langkah di atas berhasil, setelah booting akan muncul pesan “Windows cannot find ... ” diikuti nama salah satu virus yang ngendon di sistem.
7. Hapus At1 dan At2 di Control Panel ® Scheduled Tasks. Dua file ini adalah file penjadwal aktifnya virus.
8. Jalankan Windows Explorer. Klik menu View ® Details supaya Windows Explorer menampilkan atribut file secara detail (nama, ukuran, ekstensi, tipe).
Sampai di sini, Folder Options di Windows Explorer sudah muncul, CMD.EXE (Command Prompt) sudah dapat dijalankan, REGEDIT juga sudah dapat dijalankan.
9. Klik Tools ® Folder Options, kemudian lakukan konfigurasi berikut:
o Aktifkan “Show hidden files and folders” supaya file hidden tetap terlihat.
o Non-aktifkan “Hide extensions for known file types” supaya ekstensi setiap file ditampilkan.
o Non-aktifkan “Hide protected operating system files (Recommended)” supaya file C:\AUTOEXEC.BAT dapat dilihat.
o Klik tombol “Apply to All Folders”, supaya setting di atas diberlakukan untuk setiap folder, bukan hanya untuk folder yang sekarang dibuka.
10. Saatnya mencari sisa-sisa file virus yang masih ada di sistem Gunakan fasilitas Search, dan pada kategori pilihan More advanced options, aktifkan pilihan Search system folders, Search hidden files and folders, dan Search subfolders.
o Mulai mencari dari folder yang namanya sama dengan nama-nama user di dalam folder C:\Documents and Settings:
+ Masukkan kata kunci pencarian nama file: “*.EXE”, kemudian klik Search.
+ Tunggu hingga proses search selesai! Kemudian urutkan hasil pencarian berdasarkan ukuran (View ® Arrange Icons by ® Size), atau klik kolom “Size” pada tampilan daftar file. Dengan cara ini semua file yang sama ukurannya akan mengelompok.
+ Jika terdapat file yang tidak diragukan lagi sebagai virus, hapus saja. Perhatikan ikon, ukuran dan tanggalnya.
+ Ulangi lagi langkah pencarian dari awal, tetapi menggunakan kata kunci “*.COM”, kemudian “*.PIF”, dan “*.SCR”.
o Lakukan juga pencarian di folder C:\Windows.
11. Klik kanan file C:\AUTOEXEC.BAT, kemudian klik Edit. Hapus baris pertama yang bertulisan “PAUSE”, kemudian simpan kembali.
12. Jalankan REGEDIT, kemudian lakukan langkah-langkah berikut:
o Masuk ke key Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Jika terdapat value yang datanya menunjuk ke file-file virus, hapus value tersebut. Jika tidak yakin value tersebut dibuat oleh virus, sebaiknya data tersebut diekspor dulu dengan mengklik menu File ® Export... . Jika ternyata value tersebut ternyata bukan buatan virus, nanti file hasil ekspor tinggal diklik dua kali untuk mengembalikan seperti semula.
Cari juga value serupa di key Run di lokasi-lokasi lain. Jika tidak tahu lokasi lain untuk key Run, gunakan fasilitas Find (Edit ® Find...) untuk mencari key “Run”.
Contoh value yang mesti dihapus:
# Value bernama Bron-Spizaetus, datanya kosong (tidak ada datanya).
# Value bernama Bron-Spizaetus, yang berisi data “C:\WINDOWS\ShellNew\bbm-ypmmngnc.exe”
o Masuk ke key Winlogon
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon
# Jika terdapat value Shell yang datanya “Explorer.exe” diikuti nama file virus (contoh: Explorer.exe "C:\WINDOWS\sembako-cnzjmng.exe"), ubah sehingga datanya hanya “Explorer.exe” saja.
# Virus jenis lain mungkin akan mengubah data untuk value Userinit. Biasanya value ini berisi data “C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,”.
13. Sampai di sini, jika berhasil, sistem sudah bersih dari virus. Meskipun versi lain mungkin menambahkan strategi baru. Di folder-folder selain folder sistem (mungkin juga di drive lain), kemungkinan masih ada duplikasi virus, tetapi tidak aktif. Cari semua file .EXE dan hapus semua yang diyakini sebagai virus (perhatikan ciri-cirinya!). Mungkin juga perkembangan ke depan virus ini menular dengan ekstensi .SCR, .COM, .PIF.
14. Restart ulang. Jika proses selanjutnya kembali normal berarti proses pembersihan virus berhasil.
o Folder-folder di C:\Documents and Settings yang tadinya di-rename, mungkin masih menyimpan data-data dokumen penting. Cari folder dokumen di dalamnya (biasanya setiap user dibuatkan satu folder dokumen) dan selamatkan data-data di dalamnya. Di folder ini akan muncul nama-nama folder baru untuk menyimpan setting dan data masing-masing user. Pindahkan data-data tersebut di folder user yang baru ini.
o File-file yang ekstensinya telah diubah (menjadi *.DEL) dapat dihapus jika proses pembersihan berhasil.
Sebenarnya virus Brontok sudah berkembang dan dirilis berkali-kali. Penulis tidak ingat virus Brontok yang diujicoba ketika tulisan ini dibuat versi berapa. Yang jelas ciri-ciri dan cara kerja virus yang diujicoba ini dijelaskan berikut ini.
a. Ciri-ciri
= Memanfaatkan ekstensi EXE, COM, PIF, SCR untuk duplikasi virus
= Ukuran file 45KB (45.344 byte)
= Dibuat tanggal 16 Januari 2006, jam 09:10
= Memperlambat komputer
= Menghilangkan menu Folder Options
= Memanipulasi setting Folder Options sehingga file hidden tidak ditampilkan
= Menyembunyikan ekstensi file pada Windows Explorer
= Membuat file EMPTY.PIF (duplikat virus) di Start > Programs > StartUp
= Restart komputer jika user mencoba menjalankan program-program: REGEDIT.EXE, CMD.EXE (Command Prompt),
= Membuat jadwal periodik (Scheduled Task) bernama At1 dan At2, lihat di Control Panel > Scheduled Tasks
= Membuat duplikasi virus:
Banyak file duplikasi yang namanya diacak dengan nama-nama seperti: br6657on.exe, csrss.exe, inetinfo.exe, lsass.exe, services.exe, smss.exe, svchost.exe, winlogon.exe, 11496-NendangBro.com, Empty.pif, DXBLAK.exe, cmd-bro-nmx.exe.
* File screen saver (.SCR) di folder C:\Windows\System32 dengan nama misalnya "kecrut’s Settings.SCR”, di mana kecrut adalah nama user yang terdaftar dalam User Accounts (Control Panel > User Accounts)
* EMPTY.PIF di Start > Programs > StartUp
* Di Folder C:\Windows\ShellNew
= Dibuat menggunakan program Visual Basic 6.0
= Virus tetap bekerja di Safe Mode
b. Cara Mengatasinya
= Catat ukuran dan tanggal file virus yang sudah menular di berbagai folder. Jika tidak ketemu, klik kanan file EMPTY.PIF di Start ® Programs ® Startup, klik Properties, lihat ukuran dan tanggalnya.
= Booting ulang menggunakan StartUp Disk Windows 98 (walah... harus buat StartUp 98)
= Setelah berhasil masuk ke Command Prompt 98:
1. Masuk ke folder Windows (C:\Windows), cari file .EXE yang ukuran dan tanggalnya sama dengan file virusnya. File ini hidden, gunakan perintah "DIR *.EXE /A".
2. Non-aktifkan atribut hidden pada file tersebut, kemudian ubah ekstensi file tersebut menjadi ekstensi lain misalnya “.DEL”. Jika file ini ternyata bukan file virus, nanti bisa dikembalikan ke nama aslinya.
(Misal nama filenya "SEMBAK~1.EXE":)
ATTRIB –R –H –S SEMBAK~1.EXE
REN SEMBAK~1.EXE SEMBAK~1.DEL
3. Masuk ke folder C:\Documents and Settings, ubah semua folder yang namanya sama dengan nama-nama user yang terdaftar dalam User Accounts. Nama yang panjang biasanya terpotong menjadi enam karakter ditambah karakter “~” dan karakter angka, misal “Soepardjono” akan menjadi "SOEPAR~1". Jika nama folder mengandung titik, folder tersebut akan memiliki ekstensi. Gunakan perintah “DIR /AD” untuk melihat nama-nama folder di dalamnya.
Contoh:
C:\WINDOWS>CD ..
C:\>CD DOCUME~1 atau CD “Documents and Settings”
C:\DOCUME~1>DIR /AD
(Daftar nama folder ditampilkan)
C:\DOCUME~1>REN SOEPAR~1 SUPAR
C:\DOCUME~1>REN MASYUS~1.YES MASYUS.TOK
4. Masuk ke folder C:\Windows\ShellNew, ubah ekstensi file .EXE yang tanggal dan ukurannya sama dengan tanggal dan ukuran file virus. File ini hidden, gunakan perintah “DIR *.*/A”. Sebelum dihapus, atribut hidden-nya harus dinonaktifkan dulu:
(Misal nama filenya bbm-ypmmngnc.exe)
ATTRIB –R –H –S BBM-Y~1.EXE
REN BBM-Y~1.EXE BBM-Y~1.DEL
5. Keluarkan disket startup dari floppy drive, kemudian restart.
6. Jika langkah-langkah di atas berhasil, setelah booting akan muncul pesan “Windows cannot find ... ” diikuti nama salah satu virus yang ngendon di sistem.
7. Hapus At1 dan At2 di Control Panel ® Scheduled Tasks. Dua file ini adalah file penjadwal aktifnya virus.
8. Jalankan Windows Explorer. Klik menu View ® Details supaya Windows Explorer menampilkan atribut file secara detail (nama, ukuran, ekstensi, tipe).
Sampai di sini, Folder Options di Windows Explorer sudah muncul, CMD.EXE (Command Prompt) sudah dapat dijalankan, REGEDIT juga sudah dapat dijalankan.
9. Klik Tools ® Folder Options, kemudian lakukan konfigurasi berikut:
o Aktifkan “Show hidden files and folders” supaya file hidden tetap terlihat.
o Non-aktifkan “Hide extensions for known file types” supaya ekstensi setiap file ditampilkan.
o Non-aktifkan “Hide protected operating system files (Recommended)” supaya file C:\AUTOEXEC.BAT dapat dilihat.
o Klik tombol “Apply to All Folders”, supaya setting di atas diberlakukan untuk setiap folder, bukan hanya untuk folder yang sekarang dibuka.
10. Saatnya mencari sisa-sisa file virus yang masih ada di sistem Gunakan fasilitas Search, dan pada kategori pilihan More advanced options, aktifkan pilihan Search system folders, Search hidden files and folders, dan Search subfolders.
o Mulai mencari dari folder yang namanya sama dengan nama-nama user di dalam folder C:\Documents and Settings:
+ Masukkan kata kunci pencarian nama file: “*.EXE”, kemudian klik Search.
+ Tunggu hingga proses search selesai! Kemudian urutkan hasil pencarian berdasarkan ukuran (View ® Arrange Icons by ® Size), atau klik kolom “Size” pada tampilan daftar file. Dengan cara ini semua file yang sama ukurannya akan mengelompok.
+ Jika terdapat file yang tidak diragukan lagi sebagai virus, hapus saja. Perhatikan ikon, ukuran dan tanggalnya.
+ Ulangi lagi langkah pencarian dari awal, tetapi menggunakan kata kunci “*.COM”, kemudian “*.PIF”, dan “*.SCR”.
o Lakukan juga pencarian di folder C:\Windows.
11. Klik kanan file C:\AUTOEXEC.BAT, kemudian klik Edit. Hapus baris pertama yang bertulisan “PAUSE”, kemudian simpan kembali.
12. Jalankan REGEDIT, kemudian lakukan langkah-langkah berikut:
o Masuk ke key Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Jika terdapat value yang datanya menunjuk ke file-file virus, hapus value tersebut. Jika tidak yakin value tersebut dibuat oleh virus, sebaiknya data tersebut diekspor dulu dengan mengklik menu File ® Export... . Jika ternyata value tersebut ternyata bukan buatan virus, nanti file hasil ekspor tinggal diklik dua kali untuk mengembalikan seperti semula.
Cari juga value serupa di key Run di lokasi-lokasi lain. Jika tidak tahu lokasi lain untuk key Run, gunakan fasilitas Find (Edit ® Find...) untuk mencari key “Run”.
Contoh value yang mesti dihapus:
# Value bernama Bron-Spizaetus, datanya kosong (tidak ada datanya).
# Value bernama Bron-Spizaetus, yang berisi data “C:\WINDOWS\ShellNew\bbm-ypmmngnc.exe”
o Masuk ke key Winlogon
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon
# Jika terdapat value Shell yang datanya “Explorer.exe” diikuti nama file virus (contoh: Explorer.exe "C:\WINDOWS\sembako-cnzjmng.exe"), ubah sehingga datanya hanya “Explorer.exe” saja.
# Virus jenis lain mungkin akan mengubah data untuk value Userinit. Biasanya value ini berisi data “C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,”.
13. Sampai di sini, jika berhasil, sistem sudah bersih dari virus. Meskipun versi lain mungkin menambahkan strategi baru. Di folder-folder selain folder sistem (mungkin juga di drive lain), kemungkinan masih ada duplikasi virus, tetapi tidak aktif. Cari semua file .EXE dan hapus semua yang diyakini sebagai virus (perhatikan ciri-cirinya!). Mungkin juga perkembangan ke depan virus ini menular dengan ekstensi .SCR, .COM, .PIF.
14. Restart ulang. Jika proses selanjutnya kembali normal berarti proses pembersihan virus berhasil.
o Folder-folder di C:\Documents and Settings yang tadinya di-rename, mungkin masih menyimpan data-data dokumen penting. Cari folder dokumen di dalamnya (biasanya setiap user dibuatkan satu folder dokumen) dan selamatkan data-data di dalamnya. Di folder ini akan muncul nama-nama folder baru untuk menyimpan setting dan data masing-masing user. Pindahkan data-data tersebut di folder user yang baru ini.
o File-file yang ekstensinya telah diubah (menjadi *.DEL) dapat dihapus jika proses pembersihan berhasil.
langkah penanganan virus
BAGIAN 3: LANGKAH-LANGKAH MENGATASI VIRUS
Bagian ini tidak membahas langkah-langkah praktis untuk menangani virus-virus yang biasa dijumpai, karena sebenarnya setiap virus memiliki cara kerja, strategi penyerangan, tingkat serangan dan teknik removal (cara mengatasi) sendiri-sendiri. Dengan penyajian seperti berikut ini diharapkan dapat dipahami konsep-konsep bagaimana mengatasi virus, sehingga dapat diterapkan untuk bermacam-macam virus yang pokok strateginya sama. Dilihat dari cara kerja virusnya, sebenarnya masih banyak jenis virus yang tidak mempan dengan cara-cara yang dijelaskan di sini, karena memang cara kerjanya sama sekali berbeda. Apa yang dibahas di sini adalah cara-cara umum untuk mengatasi jenis virus yang mudah dibuat dan selama ini banyak beredar di Indonesia, menembus hingga ke daerah pelosok yang tidak memiliki jaringan internet. Virus-virus semacam ini tidak sulit dibuat bagi programmer yang kemampuannya sedikit di atas programmer rata-rata.
Untuk jenis virus yang dijelaskan di atas, langkah-langkah umum untuk mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. Hentikan proses yang mencurigakan
Sebagian besar proses dalam daftar proses adalah proses yang dijalankan sistem (Windows) atau program yang memang sengaja kita jalankan. Jika kita terlanjur membunuh proses yang merupakan bagian dari sistem, kadang-kadang komputer akan shutdown sendiri dengan pemberitahuan dan hitungan mundur sebelumnya. Kadang-kadang proses virus begitu mudah dikenali karena menggunakan nama yang ganjil (misal "sempalong" atau "eksplorasi" pada virus Brontok). Tetapi tidak jarang proses virus menggunakan nama yang sekilas tampak familiar, sehingga user menyangka proses tersebut adalah proses dari sistem operasi, tetapi sebenarnya sama sekali berbeda dengan nama-nama yang digunakan oleh sistem, misal: lExplorer (LEXPLORER, bukan iexplorer, dengan huruf "i" besar). Bahkan banyak juga yang menggunakan nama sama persis dengan nama proses yang dijalankan oleh sistem, sehingga kita tidak dapat membedakan proses virus dan proses sistem hanya berdasarkan namanya.
Nama-nama bawaan Windows sendiri yang umum di antaranya adalah "SVCHOST.EXE", "SPOOLSV.EXE", "SERVICES.EXE", "WINLOGON.EXE", "LSASS.EXE", "CRSS.EXE", "EXPLORER", "System", "System Idle Process". Nama-nama ini biasanya selalu ada, meskipun komputer tidak sedang menjalankan program satu pun. Kadang-kadang virus juga menggunakan nama-nama ini supaya tidak di-stop oleh user. Kecuali "SVCHOST.EXE", umumnya nama proses bawaan sistem tidak kembar. Jika misalnya ada dua proses yang namanya sama-sama "SERVICES.EXE", mungkin salah satunya adalah proses yang dijalankan oleh virus.
Jika kita melihat daftar proses lewat Command Prompt dengan memanggil program "TASKLIST.EXE", kita juga dapat melihat Process ID (PID) dari masing-masing proses. Pada Windows Task Manager, PID tidak ditampilkan. Jika kebetulan ada beberapa proses yang namanya sama dan sebagian dari proses tersebut adalah proses virus, maka saya akan lebih mungkin mencurigai proses yang PID nya lebih besar sebagai virus, dengan berdasarkan asumsi dan logika bahwa PID diberikan secara unik dan urut, dan proses virus tentu dijalankan setelah sebagian proses sistem dijalankan.
2. Hapus/ubah nama file yang dicurigai sebagai virus
Kita dapat menghapus file yang mencurigakan yang berada di sistem (di folder bawaan Windows) jika kita yakin tidak akan menimbulkan masalah yang lebih serius. Tetapi jika tidak yakin akan hal ini, lebih baik file tersebut cukup diubah nama atau ekstensinya saja, misal "Sempalong.exe" diubah menjadi "Sempalonk.exe" atau "Sempalong.ex_".
Masalah yang mungkin timbul:
>> File yang mencurigakan tidak ditemukan
Virus yang dirancang dengan baik tentu saja tidak mudah ditemukan, karena mungkin menerapkan salah satu atau perpaduan dari beberapa trik berikut:
1. atribut file virus tersebut dibuat hidden
> Ubah setting Folder Options agar file hidden tetap ditampilkan.
> Jika pencarian file dilakukan menggunakan fasilitas Search, pastikan pilihan "Search system folders", "Search hidden files and folders" dan "Search subfolders" pada menu "More advanced options" diaktifkan (dicentang).
> Jika pencarian file dilakukan dengan perintah "DIR" melalui Command Prompt, gunakan parameter "/AH" untuk menampilkan file hidden.
> Bila perlu, non-aktifkan atribut hidden pada semua file di folder tertentu dengan mengetikkan "ATTRIB –r –h –s *.*" pada Command Prompt.
2. setting Folder Options diatur agar file hidden tidak terlihat (setting default bawaan Windows memang tidak memperlihatkan file hidden)
> Ubah setting Folder Options.
3. menu Folder Options pada Windows Explorer dihilangkan
> Munculkan kembali menu Folder Options.
4. file virus menggunakan ekstensi selain ".EXE"
Perlu diketahui bahwa virus semacam ini tidak selalu berekstensi ".EXE". Bisa jadi kita hanya mencari file "*.EXE" untuk menemukan virus tersebut, sedangkan virus tersebut menggunakan ekstensi lain yang sama efektifnya bagi virus, misalnya ekstensi ".COM" (MS DOS Application), ".PIF" (Shortcut to MSDOS Program), ".SCR" (Screen Saver), ".BAT" (MS-DOS Batch File), ".LNK (Shortcut)".
>> File yang mencurigakan tidak dapat dihapus/di-rename
Hal ini dapat terjadi jika file tersebut adalah file program yang sedang dijalankan. Jika ini terjadi, hentikan dulu proses yang berasal dari file program tersebut. Bila perlu, gunakan TASKLIST dan TASKKILL untuk mematikan proses yang dicurigai.
>> Kita terkecoh karena menyangka file tersebut bukan virus
File virus bisa saja berwajah dokumen, ketikan teks notepad, atau bahkan folder. Ingat bahwa setiap program memiliki ikon sendiri-sendiri. Hal ini berarti pembuat program memang mempunyai kebebasan penuh dalam menentukan ikon dari program yang dibuatnya, sebebas virus Brontok memilih ikon/gambar folder.
Virus bisa saja tampil dalam berbagai nama, wajah/ikon, tipe, ukuran, maupun tanggal lahir. Keempat sifat file ini memang dapat digunakan untuk mempermudah pencarian file, tetapi juga sangat memudahkan virus menyamarkan diri. Satu-satunya pedoman yang aman adalah ekstensi file (misal ".EXE", ".COM", atau ".SCR"). Ekstensi file berbeda dengan tipe file (misal "Microsoft Word Document", "Text Document", "File Folder"). Tipe yang ditampilkan di Windows Explorer dapat dimanipulasi dengan mudah oleh virus sehingga memungkinkan beberapa ekstensi file memiliki nama tipe yang sama.
3. Lumpuhkan pemicu aktifnya virus
Periksa celah-celah yang memungkinkan aktifnya virus, kemudian hapus atau kembalikan seperti seharusnya, jika dijumpai manipulasi yang merugikan.
4. Hapus file duplikat virus
Jika virus di sistem (di drive C:) sudah bersih, cari juga di folder data dan di drive lain. Hapus semua file yang diyakini sebagai virus.
5. Pulihkan sistem
Kembalikan setting registry yang telah dimanipulasi virus untuk memperlancar aksinya, misalnya: aktifkan kembali REGEDIT, munculkan kembali menu Folder Options, konfigurasi Folder Options yang memudahkan user mengenali karakteristik file, dan sebagainya.
Bagian ini tidak membahas langkah-langkah praktis untuk menangani virus-virus yang biasa dijumpai, karena sebenarnya setiap virus memiliki cara kerja, strategi penyerangan, tingkat serangan dan teknik removal (cara mengatasi) sendiri-sendiri. Dengan penyajian seperti berikut ini diharapkan dapat dipahami konsep-konsep bagaimana mengatasi virus, sehingga dapat diterapkan untuk bermacam-macam virus yang pokok strateginya sama. Dilihat dari cara kerja virusnya, sebenarnya masih banyak jenis virus yang tidak mempan dengan cara-cara yang dijelaskan di sini, karena memang cara kerjanya sama sekali berbeda. Apa yang dibahas di sini adalah cara-cara umum untuk mengatasi jenis virus yang mudah dibuat dan selama ini banyak beredar di Indonesia, menembus hingga ke daerah pelosok yang tidak memiliki jaringan internet. Virus-virus semacam ini tidak sulit dibuat bagi programmer yang kemampuannya sedikit di atas programmer rata-rata.
Untuk jenis virus yang dijelaskan di atas, langkah-langkah umum untuk mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. Hentikan proses yang mencurigakan
Sebagian besar proses dalam daftar proses adalah proses yang dijalankan sistem (Windows) atau program yang memang sengaja kita jalankan. Jika kita terlanjur membunuh proses yang merupakan bagian dari sistem, kadang-kadang komputer akan shutdown sendiri dengan pemberitahuan dan hitungan mundur sebelumnya. Kadang-kadang proses virus begitu mudah dikenali karena menggunakan nama yang ganjil (misal "sempalong" atau "eksplorasi" pada virus Brontok). Tetapi tidak jarang proses virus menggunakan nama yang sekilas tampak familiar, sehingga user menyangka proses tersebut adalah proses dari sistem operasi, tetapi sebenarnya sama sekali berbeda dengan nama-nama yang digunakan oleh sistem, misal: lExplorer (LEXPLORER, bukan iexplorer, dengan huruf "i" besar). Bahkan banyak juga yang menggunakan nama sama persis dengan nama proses yang dijalankan oleh sistem, sehingga kita tidak dapat membedakan proses virus dan proses sistem hanya berdasarkan namanya.
Nama-nama bawaan Windows sendiri yang umum di antaranya adalah "SVCHOST.EXE", "SPOOLSV.EXE", "SERVICES.EXE", "WINLOGON.EXE", "LSASS.EXE", "CRSS.EXE", "EXPLORER", "System", "System Idle Process". Nama-nama ini biasanya selalu ada, meskipun komputer tidak sedang menjalankan program satu pun. Kadang-kadang virus juga menggunakan nama-nama ini supaya tidak di-stop oleh user. Kecuali "SVCHOST.EXE", umumnya nama proses bawaan sistem tidak kembar. Jika misalnya ada dua proses yang namanya sama-sama "SERVICES.EXE", mungkin salah satunya adalah proses yang dijalankan oleh virus.
Jika kita melihat daftar proses lewat Command Prompt dengan memanggil program "TASKLIST.EXE", kita juga dapat melihat Process ID (PID) dari masing-masing proses. Pada Windows Task Manager, PID tidak ditampilkan. Jika kebetulan ada beberapa proses yang namanya sama dan sebagian dari proses tersebut adalah proses virus, maka saya akan lebih mungkin mencurigai proses yang PID nya lebih besar sebagai virus, dengan berdasarkan asumsi dan logika bahwa PID diberikan secara unik dan urut, dan proses virus tentu dijalankan setelah sebagian proses sistem dijalankan.
2. Hapus/ubah nama file yang dicurigai sebagai virus
Kita dapat menghapus file yang mencurigakan yang berada di sistem (di folder bawaan Windows) jika kita yakin tidak akan menimbulkan masalah yang lebih serius. Tetapi jika tidak yakin akan hal ini, lebih baik file tersebut cukup diubah nama atau ekstensinya saja, misal "Sempalong.exe" diubah menjadi "Sempalonk.exe" atau "Sempalong.ex_".
Masalah yang mungkin timbul:
>> File yang mencurigakan tidak ditemukan
Virus yang dirancang dengan baik tentu saja tidak mudah ditemukan, karena mungkin menerapkan salah satu atau perpaduan dari beberapa trik berikut:
1. atribut file virus tersebut dibuat hidden
> Ubah setting Folder Options agar file hidden tetap ditampilkan.
> Jika pencarian file dilakukan menggunakan fasilitas Search, pastikan pilihan "Search system folders", "Search hidden files and folders" dan "Search subfolders" pada menu "More advanced options" diaktifkan (dicentang).
> Jika pencarian file dilakukan dengan perintah "DIR" melalui Command Prompt, gunakan parameter "/AH" untuk menampilkan file hidden.
> Bila perlu, non-aktifkan atribut hidden pada semua file di folder tertentu dengan mengetikkan "ATTRIB –r –h –s *.*" pada Command Prompt.
2. setting Folder Options diatur agar file hidden tidak terlihat (setting default bawaan Windows memang tidak memperlihatkan file hidden)
> Ubah setting Folder Options.
3. menu Folder Options pada Windows Explorer dihilangkan
> Munculkan kembali menu Folder Options.
4. file virus menggunakan ekstensi selain ".EXE"
Perlu diketahui bahwa virus semacam ini tidak selalu berekstensi ".EXE". Bisa jadi kita hanya mencari file "*.EXE" untuk menemukan virus tersebut, sedangkan virus tersebut menggunakan ekstensi lain yang sama efektifnya bagi virus, misalnya ekstensi ".COM" (MS DOS Application), ".PIF" (Shortcut to MSDOS Program), ".SCR" (Screen Saver), ".BAT" (MS-DOS Batch File), ".LNK (Shortcut)".
>> File yang mencurigakan tidak dapat dihapus/di-rename
Hal ini dapat terjadi jika file tersebut adalah file program yang sedang dijalankan. Jika ini terjadi, hentikan dulu proses yang berasal dari file program tersebut. Bila perlu, gunakan TASKLIST dan TASKKILL untuk mematikan proses yang dicurigai.
>> Kita terkecoh karena menyangka file tersebut bukan virus
File virus bisa saja berwajah dokumen, ketikan teks notepad, atau bahkan folder. Ingat bahwa setiap program memiliki ikon sendiri-sendiri. Hal ini berarti pembuat program memang mempunyai kebebasan penuh dalam menentukan ikon dari program yang dibuatnya, sebebas virus Brontok memilih ikon/gambar folder.
Virus bisa saja tampil dalam berbagai nama, wajah/ikon, tipe, ukuran, maupun tanggal lahir. Keempat sifat file ini memang dapat digunakan untuk mempermudah pencarian file, tetapi juga sangat memudahkan virus menyamarkan diri. Satu-satunya pedoman yang aman adalah ekstensi file (misal ".EXE", ".COM", atau ".SCR"). Ekstensi file berbeda dengan tipe file (misal "Microsoft Word Document", "Text Document", "File Folder"). Tipe yang ditampilkan di Windows Explorer dapat dimanipulasi dengan mudah oleh virus sehingga memungkinkan beberapa ekstensi file memiliki nama tipe yang sama.
3. Lumpuhkan pemicu aktifnya virus
Periksa celah-celah yang memungkinkan aktifnya virus, kemudian hapus atau kembalikan seperti seharusnya, jika dijumpai manipulasi yang merugikan.
4. Hapus file duplikat virus
Jika virus di sistem (di drive C:) sudah bersih, cari juga di folder data dan di drive lain. Hapus semua file yang diyakini sebagai virus.
5. Pulihkan sistem
Kembalikan setting registry yang telah dimanipulasi virus untuk memperlancar aksinya, misalnya: aktifkan kembali REGEDIT, munculkan kembali menu Folder Options, konfigurasi Folder Options yang memudahkan user mengenali karakteristik file, dan sebagainya.
Langganan:
Postingan (Atom)
