Pada saat komputer kita menghadapi masalah yang tidak jelas(monitor tidak menyala, tidak ada indikator apapun, atau bahkan blank tidak ada tanda-tanda kehidupan) maka kita harus mencari penyebab masalah tersebut, PC pada umumnya memiliki speeker internal yang dapat memberikan informasi mengenai titik rusak / titik dimana komputer kita berhenti/stack pada saat booting, nah di tulisan ini saya akan sedikit memberikan informasi menganai tanda bunyi Beep dan kerusakan pada bagian apa.
Indikator Suara dan keterangan bagian yang stack
* 1 x —> Kegagalan refresh DRAM (Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya).
* 2 x —> Kegegalan rangkaian parity (Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan oleh rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya masalah pada memori atau motherboard).
* 3 x —> Kegagalan rangkaian parity (Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan oleh rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya masalah pada memori atau motherboard. Kegagalan base memori 64K. Base memori 64 K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan oleh slot memori yang dikelompokkan dalam modul memiliki chip yang rusak. Hal ini berhubungan dengan kerusakan motherboard).
* 4 x —> Kegagalan system timer (Kemungkinan ada kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard).
* 5 x —> Kegagalan prosesor (Dapat disebabkan oleh panas yang berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya).
* 6 x —> Kegagalan keyboard controller/gate A20 (Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengendalikan keyboard Anda).
* 7 x —> Kesalahan pada prosesor.
* 8 x —> Kegagalan baca/tulis memori display.
* 9 x —> Kerusakan pada BIOS.
* 10x —> Kesalahan pada CMOS.
* 11x —> Kerusakan pada cache memori.
Kerusakan/trobleshoot pada Hardware bisanya bisa di tanggulangi dengan pembersihan komponen yang rusaknya, misal RAM dibersihkan, Processor dll, namun jika dikarenakan listrik/petir habis lah sudah.
Memang ada sedikit perbedaan masalah bunyi dikarenakan model jenis BIOS, adapun sebagai berikut :
:: Pada Ami BIOS
============
1. Bunyi BEEP hanya sekali sahaja.
Kemungkinan RAM (random access memory) mempunyai masalah atau pun tidak dipasang dengan betul.
2. BEEP sebanyak enam kali
Kemungkinan keyboard / papan kekunci anda sudah rosak atau tidak dipasangkan dengan betul pada p/s2 port atau USB port.
3. BEEP sebanyak lapan kali
Kemungkinan VGA (Video Graphics Array) kad atau pun graphic card anda mengalami masalah atau pun tidak dipasang dengan betul.
4. BEEP sebanyak 11 kali
Checksum Error iaitu melibatkan bateri CMOS anda pada motherboard. Anda boleh menukar bateri CMOS yang baru jika mengalami masalah ini.
:: Award BIOS
==========
1. Bunyi BEEP yang panjang
Memori anda mempunyai masalah atau tidak dipasang dengan betul.
2. 1 BEEP panjang dan 2 BEEP pendek
VGA kad atau graphic kad mempunyai masalah atau tidak dipasang dengan betul.
3. 1 BEEP panjang, 3 BEEP pendek
Kemungkinan keyboard anda bermasalah atau tidak dipasang dengan betul pada p/s2 port atau USB port.
4. Bunyi BEEP yang berpanjangan (contiuouns BEEP)
RAM atau VGA kad anda tidak dipasang dengan betul.
:: Pheonix BIOS
=============
1. 1 BEEP, 1 BEEP dan 4 BEEP
Disebabkan BIOS anda tidak berfungsi. Boleh update atau flash BIOS.
2. 1 BEEP, 2 BEEP dan 1 BEEP
Disebabkan motherboard anda yang sudah rosak.
3. 1 BEEP, 3 BEEP dan 1 BEEP
RAM anda mungkin bermasalah atau tidak dipasang dengan betul.
4. 3 BEEP, 1 BEEP dan 1 BEEP
Adalah disebabkan masalah motherboard computer anda.
5. 3 BEEP, 3 BEEP dan 4 BEEP
VGA kad atau graphic anda bermasalah atau tidak dipasang dengan betul.
semoga artikel diatas bermaanfat
sumber :http://www.ict-rr1.net/ngoprek/forum/
Tampilkan postingan dengan label tips berkomputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips berkomputer. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 Mei 2009
tips memperbaiki komputer
Kebanyakan dari pengguna komputer PC tidak terlalu mengetahui soal hardware, padahal jika PC kita mendadak error alias ga mau nyala pengetahuan tentang hardware sangat membantu supaya bisa menganalisa kerusakan PC kita. Sebenarnya sih ga usah pengetahuan yang rumit - rumit, sekedar kita tau yang mana namanya memory (RAM), video card (VGA), baterei CMOS, Processor, Mainboard, dan Power suply. Dari mengenal hardware - hardware itu setidaknya kita bisa menganalisa kecil - kecilan kerusakan pada PC kita sebelum harus dibawa ke toko komputer terdekat.
Kerusakan pada PC umumnya ada dua macam yaitu yang mati total ga ada power sama sekali masuk ke mainboard atau ada power yang masuk tapi CPU tidak muncul tampilan di monitor sejak awal power hidup. Untuk kerusakan yang mati total bisa disimpulkan kerusakan pada Mainboard, Processor, atau Power suply. sedangkan untuk kerusakan yang kedua bisa diambil kesimpulan sementara memory (RAM), video card (VGA), dan mainboard kotor, bisa juga Power suply, baterei CMOS sudah lemah, atau Processor tidak terpasang dengan benar.
Lakukan pengecekan awal terlebih dahulu pada kabel power CPU untuk memastikan ga ada masalah pada kabel power. sering juga terjadi PCnya ga mau nyala hanya karena kabel powernya udah rusak. Caranya dengan menukarkan kabel power Monitor ke CPU atau pun sebaliknya. Kemudian pastikan Monitor anda tidak rusak.
Setelah kabel power dan monitor ga ada masalah, buka tutup casing CPU yang samping kanan, paling aman sih CPUnya ditidurin jangan diberdirikan maksudnya supaya lebih nyaman buat ngelepas - lepas hardwarenya (catatan komputer harus dalam keadaan mati kalo ga hati - hati kesetrum Laughing). Kita mulai menganalisa hardware PC kita untuk kemungkinan kedua terlebih dahulu yaitu perkiraan hanya kerusakan ringan (hardwarenya kotor).
* Lakukan pengecekan pada memory (RAM), lepaskan memory dari slot memory di mainboard dengan melebarkan pengapit pada kedua ujung memory. Setelah berhasil melepaskan memory kemudian dibersihkan dengan menggunakan penghapus pensil. bagian yang dibersihkan adalah dua sisi kuningan pada bagian bawah memory. Setelah yakin telah membersihkan memory pasangkan kembali memory dan tes menyalakan PC anda.
* Kalau masih tidak nyala selanjutnya lakukan pengecekan pada video card (VGA), lepaskan VGA dari slotnya di mainboard. setelah berhasil melepaskan lakukan hal yang sama saat membersihkan memory (RAM). Setelah selesai masukkan kembali VGA ke slotnya dan lakukan tes nyala pada PC anda.
* Tetap ga nyala juga yah, jangan panik hehe. lakukan pengecekan pada Baterei CMOS mainboard. Bentuknya seperti baterei kalkulator. Khusus untuk baterei CMOS ini jika PC anda masih bergaransi hati - hati dalam mencopotnya dari tempat baterei karena biasanya diatas baterei dipasang stiker garansi. Fungsi dari melepaskan baterei CMOS ini untuk mereset setingan pada Bios. Kebanyakan pada komputer - komputer yang sudah lama kerusakan PC mati biasaya hanya karena baterei CMOSnya sudah lemah. Setelah berhasil melepaskan baterei CMOS biarkan sekitar 1 - 3 menit kemudian dipasang kembali batereinya. Lakukan pemasangan kembali dan tes nyalakan PC anda.
* Tetap ga nyala juga yah.., mulai rada panik nih Laughing. Langkah terakhir ini lepaskan memory (RAM) dan video card (VGA), kemudian lakukan pembersihan pada mainboard dengan kuas kecil, setelah dirasa cukup bersih pasangkan kembali memory (RAM) dan video card (VGA). Cek kipas Processor apakah terpasang dengan benar (tidak longgar). Setelah itu tes nyalakan PC anda.
Setelah melakukan analisa diatas dengan benar dan setidaknya diulangi sampai 2 kali dan PC anda tetap tidak menyala juga, selanjutnya kita akan mengalanisa dengan kemungkinan ada hardware yang memang sudah mati atau sudah rusak. untuk hal ini sebenarnya gampang - gampang susah karena kita seperti merakit ulang PC dan membutuhkan hardware pembanding yang diketahui hardware itu normal dan setipe dengan hardware PC anda.
* Power suply, tukar power suply PC anda dengan power suply milik teman untuk dites nyala PC anda.
* Memory (RAM), tukar memory (RAM) PC anda dengan memory (RAM) milik teman yang setipe slotnya dengan slot memory PC anda. ex : DDR1, DDR2, SDRAM, RDRAM, dll. perhatikan tipe slot memory anda.
* Video card (VGA), tukar video card (VGA) anda dengan video card (VGA) milik teman yang setipe slotnya. ex : PCI Express, AGP, dll. perhatikan tipe slot video card (VGA) anda.
* Setelah di tukar - tukar 3 hardware diatas dengan benar tetap PC anda masih mati kemungkinan besarnya tinggal 2 yaitu Processor dan Mainboard. untuk ini mungkin sebaiknya dibawah aja ke toko komputer terdekat daripada repot - repot lebih jauh lagi. Laughing
Untuk menganalisa hardware biasanya toko komputer yang menyediakan servis hardware mempunyai alat yang dipasang pada PCI slot untuk mendeteksi langsung hardware yang mengalami error. Alat ini menampilkan angka - angka yang mewakili hardware pada CPU. Ada juga yang memakai cara konvensional dengan mendeteksi melalui suara speaker mainboard.
Tujuan dari tips ini agar kita dalam menggunakan komputer tidak hanya sekedar memakai saja tapi juga bisa mengenal sedikit tentang komputer kita. Lebih menghemat biaya dan waktu kita (jika kerusakan yang terjadi hanya kerusakan kecil (hardwarenya kotor)). Dan tentunya untuk menambah pengetahuan soal komputer hardware.
Kerusakan pada PC umumnya ada dua macam yaitu yang mati total ga ada power sama sekali masuk ke mainboard atau ada power yang masuk tapi CPU tidak muncul tampilan di monitor sejak awal power hidup. Untuk kerusakan yang mati total bisa disimpulkan kerusakan pada Mainboard, Processor, atau Power suply. sedangkan untuk kerusakan yang kedua bisa diambil kesimpulan sementara memory (RAM), video card (VGA), dan mainboard kotor, bisa juga Power suply, baterei CMOS sudah lemah, atau Processor tidak terpasang dengan benar.
Lakukan pengecekan awal terlebih dahulu pada kabel power CPU untuk memastikan ga ada masalah pada kabel power. sering juga terjadi PCnya ga mau nyala hanya karena kabel powernya udah rusak. Caranya dengan menukarkan kabel power Monitor ke CPU atau pun sebaliknya. Kemudian pastikan Monitor anda tidak rusak.
Setelah kabel power dan monitor ga ada masalah, buka tutup casing CPU yang samping kanan, paling aman sih CPUnya ditidurin jangan diberdirikan maksudnya supaya lebih nyaman buat ngelepas - lepas hardwarenya (catatan komputer harus dalam keadaan mati kalo ga hati - hati kesetrum Laughing). Kita mulai menganalisa hardware PC kita untuk kemungkinan kedua terlebih dahulu yaitu perkiraan hanya kerusakan ringan (hardwarenya kotor).
* Lakukan pengecekan pada memory (RAM), lepaskan memory dari slot memory di mainboard dengan melebarkan pengapit pada kedua ujung memory. Setelah berhasil melepaskan memory kemudian dibersihkan dengan menggunakan penghapus pensil. bagian yang dibersihkan adalah dua sisi kuningan pada bagian bawah memory. Setelah yakin telah membersihkan memory pasangkan kembali memory dan tes menyalakan PC anda.
* Kalau masih tidak nyala selanjutnya lakukan pengecekan pada video card (VGA), lepaskan VGA dari slotnya di mainboard. setelah berhasil melepaskan lakukan hal yang sama saat membersihkan memory (RAM). Setelah selesai masukkan kembali VGA ke slotnya dan lakukan tes nyala pada PC anda.
* Tetap ga nyala juga yah, jangan panik hehe. lakukan pengecekan pada Baterei CMOS mainboard. Bentuknya seperti baterei kalkulator. Khusus untuk baterei CMOS ini jika PC anda masih bergaransi hati - hati dalam mencopotnya dari tempat baterei karena biasanya diatas baterei dipasang stiker garansi. Fungsi dari melepaskan baterei CMOS ini untuk mereset setingan pada Bios. Kebanyakan pada komputer - komputer yang sudah lama kerusakan PC mati biasaya hanya karena baterei CMOSnya sudah lemah. Setelah berhasil melepaskan baterei CMOS biarkan sekitar 1 - 3 menit kemudian dipasang kembali batereinya. Lakukan pemasangan kembali dan tes nyalakan PC anda.
* Tetap ga nyala juga yah.., mulai rada panik nih Laughing. Langkah terakhir ini lepaskan memory (RAM) dan video card (VGA), kemudian lakukan pembersihan pada mainboard dengan kuas kecil, setelah dirasa cukup bersih pasangkan kembali memory (RAM) dan video card (VGA). Cek kipas Processor apakah terpasang dengan benar (tidak longgar). Setelah itu tes nyalakan PC anda.
Setelah melakukan analisa diatas dengan benar dan setidaknya diulangi sampai 2 kali dan PC anda tetap tidak menyala juga, selanjutnya kita akan mengalanisa dengan kemungkinan ada hardware yang memang sudah mati atau sudah rusak. untuk hal ini sebenarnya gampang - gampang susah karena kita seperti merakit ulang PC dan membutuhkan hardware pembanding yang diketahui hardware itu normal dan setipe dengan hardware PC anda.
* Power suply, tukar power suply PC anda dengan power suply milik teman untuk dites nyala PC anda.
* Memory (RAM), tukar memory (RAM) PC anda dengan memory (RAM) milik teman yang setipe slotnya dengan slot memory PC anda. ex : DDR1, DDR2, SDRAM, RDRAM, dll. perhatikan tipe slot memory anda.
* Video card (VGA), tukar video card (VGA) anda dengan video card (VGA) milik teman yang setipe slotnya. ex : PCI Express, AGP, dll. perhatikan tipe slot video card (VGA) anda.
* Setelah di tukar - tukar 3 hardware diatas dengan benar tetap PC anda masih mati kemungkinan besarnya tinggal 2 yaitu Processor dan Mainboard. untuk ini mungkin sebaiknya dibawah aja ke toko komputer terdekat daripada repot - repot lebih jauh lagi. Laughing
Untuk menganalisa hardware biasanya toko komputer yang menyediakan servis hardware mempunyai alat yang dipasang pada PCI slot untuk mendeteksi langsung hardware yang mengalami error. Alat ini menampilkan angka - angka yang mewakili hardware pada CPU. Ada juga yang memakai cara konvensional dengan mendeteksi melalui suara speaker mainboard.
Tujuan dari tips ini agar kita dalam menggunakan komputer tidak hanya sekedar memakai saja tapi juga bisa mengenal sedikit tentang komputer kita. Lebih menghemat biaya dan waktu kita (jika kerusakan yang terjadi hanya kerusakan kecil (hardwarenya kotor)). Dan tentunya untuk menambah pengetahuan soal komputer hardware.
tips merakit komputer
Tahapan - Tahap Merakit Komputer
1. Pastikan semua peralatan dan bahan yang akan dirakit sudah disiapkan.
2. Selanjutnya sebelum mulai merakit, kita akan melakukan checking pada MainBoard. Caranya : Pasang Processor pada Socket Processor yang ada di MainBoard (perhatikan tandanya), sambungkan MainBoard dengan Power Supplay, pasang juga speakernya. Setelah itu coba dihidupkan. Bila dari speaker keluar suara beep yang berulang-ulang, artinya MainBoard masih sehat.
3. Kemudian kita akan mencocokkan lobang / tempat baut pada MainBoard dengan tempat baut yang ada pada Cashing. Perhatikan lubang mana saja yang bisa kita gunakan nanti untuk membaut MainBoard pada Cashing. Setelah itu pasang MainBoard dan pastikan semua baut sudah dikencangkan.
4. Selanjutnya pasang RAM ( pasang juga VGA Card untuk MainBoard yang VGA nya tidak ON Board ), lalu hubungkan dengan monitor. Coba hidupkan, perhatikan apakah spesifikasi RAM dan juga Clock Processor sudah sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada Box-nya ?
5. Jika semua sudah beres, baru kemudian di pasang perangkat lainnya seperti Hardisk, Floppy Disk, CD ROM, LAN Card dan lain sebagainya.
6. Setelah terpasang semua coba hidupkan lagi, bila tidak ada masalah, bisa dilanjutkan dengan proses instalasi.
• Bila anda merakit komputer sendiri perhatikan betul batas GARANSI-nya, sebelum batas Garansi habis, jangan sekali-kali membuang Box tempat peripheralnya seperti Kotak Ram, Box MainBoad, VGA dan lain sebagainya.
Contoh Permasalahan yang sering terjadi pada Komputer.
1. Pada saat Booting, komputer menampilkan tulisan “ CMOS check sum error “ .
Ini menandakan bahwa batu baterai BIOS nya sudah low. Penyelesaiannya dengan mengganti baterai BIOS sesuai dengan ukuran aslinya.
2. Komputer tidak menampilkan apa-apa sewaktu dihidupkan, tidak ada suara yang keluar dari speaker.
Coba periksa kabel yang menghubungkan antara VGA dengan monitor. Jika tidak ditemukan adanya kerusakan, kemunkinannya adalah VGA Cardnya yang rusak.
3. Komputer mengeluarkan suara beep berulang-ulang sewaktu dihidupkan.
Periksa RAM nya, mungkin ada debu / kotoran, coba di lepas dan dibersihkan, lalu di pasang kembali. Jika masih sama, ganti RAM nya.
4. Saat dihidupkan, indikator HarDisk menyala terus.
Kemungkinan HarDisk sudah terkena BAD Sector pada Sector nol nya. Jika belum begitu parah, masih bisa di Low Level Format, setelah itu di partisi dan di format, kemudian coba discandisk dengan surface check
5. Komputer menampilkan pesan DISK BOOT FAILUR OR NON SYSTEM ON DISK
Ini menandakan pada Disk tidak terdapat system untuk di load ke RAM, atau HarDisk belum di set menjadi active pada waktu melakukan partisi.
6. Saat melakukan proses format pada disket, muncul pesan “ Invalid Media or Track 0 Bad “
Artinya disket nya sudah rusak di sektor 0 nya. Coba perhatikan pada bagian dalam disket, apakah sudah ada goresan di sana. Bila sudah artinya disket itu sudah rusak.
7. Komputer bisa loading sampai ke lingkungan Windows, tapi tampilannya pecah-pecah jika di set ke high ataupun true colour
Ini menandakan VGA Card sudah tidak mampu untuk menampilkan warna dan resolusi maksimum.
8. Saat mencoba membaca isi suatu disket, komputer menampilkan pesan General Failur Reading Drive A, ini bisa disebabkan karena Head pada Floppy Disk Drive kotor, atau sudah aus. Coba dibersihkan dulu dengan menggunakan Floppy Disk Cleaner, jika hasilnya sama saja, berarti Head-nya memang sudah aus dan harus diganti.
9. Pertama kali dihidupkan tampilan pada layar monitor kabur.
Ini menandakan bahwa pengatur Focus pada FlyBack monitor sudah tidak bagus, biasanya penyelesaiannya dengan di cangkok.
10. Tampilan pada monitor lama-kelamaan semakin tidak jelas ( kabur ).
Sama dengan No. 9.
11. Monitor tidak menampilkan warna tertentu.
Ini menadakan ada masalah pada rangkaian RGB di dalam monitor.
12. Kadang-kadang monitor mati sendiri, atau susah sewaktu dihidupkan.
Biasanya ada solderan yang lepas pada bagian Power Supply-nya ataupun pada bagian Horizontal-nya.
13.
Cara Melakukan Testing Peripheral Komputer
1. MainBoard
Pasang Processor pada Socket-nya, perhatikan tanda / pin nomor 1. Stelah itu sambungkan dengan power supplay, jangan lupa pasang speakernya. Coba hidupkan, bila dari speaker keluar suara beep berulang-ulang, artinya MainBoard masih bagus.
2. Processor
Pasang processor pada Socket Processor di MainBoard, RAM dan juga VGA Card jika belum ON Board. Setelah itu sambungkan dengan monitor dan coba hidupkan, perhatikan tampilan di layar monitor. Perhatikan apakah clock untuk processor sudah sesuai dengan yang tertera pada Box-nya.
3. RAM
Hampir sama dengan cara melakukan test pada Processor hanya saja yang diperhatikan adalah pada saat komputer melakukan check pada RAM. Apakah kapasistas RAM sudah sesuai dengan yang tertera pada Box-nya ? Jika komputer tidak melakukan test RAM ( komputer langsung menampilkan kapasitas RAM tersebut ), ini merupakan tanda bahwa sebentar lagi RAM nya akan mati. Bila masih garansi segera tukarkan RAM nya.
4. VGA Card
Untuk melakukan test pada VGA Card, terlebih dahulu harus terinstall sebuah system operasi dan juga driver untuk VGA sudah terinstall. Lakukan test dengan cara memaksimalkan setting untuk Display Adapter ( perhatikan kemampuan monitor untuk melakukan test ini ), jika masih bisa di set ke setting maksimum, artinya VGA nya masih baik.
5. LAN Card
Pertama kita harus memeriksa apakah Sistem Operasi sudah mengenal dan menginstall Driver untuk LAN Card atau belum. Jika belum, kita harus menginstal drivernya terlebih dahulu. Setelah selesai barulah kita setting IP untuk LAN Card tersebut. Caranya : klick kanan pada icon Network Neighborhood, pilih Properties. Isikan IP Addressnya, misal 192.168.0.1 dan Sub Net Masknya 255.255.255.0, setelah itu buka MS DOS Prompt dan coba ping ke alamat IP yang kita ketik tadi ( ping 192.168.0.1 ). Bila berhasil, maka LAN Card bisa digunakan. Tapi bila layar menampilkan tulisan “ Request Time Out ”, maka LAN Card sudah tidak dapat digunakan lagi.
6. Sound Card
Pertama kita harus menginstall driver untuk Sound Cardnya bila Sistem Operasi belum mengenal Sound Card kita. Setelah driver terinstall, seharusnya Sound Card sudah dapat berfungsi dengan baik.
7. Hardisk
Cara melakukan test yaitu dengan cara mempartisi hardisk tersebut dengan fdisk. Perhatikan betul prosesnya, bila ada masalah pada saat partisi, kemungkinan hardisk tersebut sudah mulai Bad Sector. Selanjutnya adalah melakukan proses format hardisk. Setelah selesai, bisa dilakukan check dengan menggunakan Scandisk ataupun Norton Disk Doctor untuk memeriksa hardisk tiap sectornya. Hardisk yang sudah mulai rusak, biasanya akan menimbulkan kesalahan pada FAT ataupun Directory Structur-nya.
8. FDD ( Floppy Disk Drive )
Sebelum melakukan test pada FDD, pastikan bahwa konfigurasi di BIOS untuk FDD sudah benar. Cara melakukan testnya : masuklah ke DOS Prompt, dari sana berikan perintah untuk memformat disket dengan option /s (untuk menambahkan system pada disket yang diformat). FDD yang masih baik, pada waktu melakukan proses format dan transfer system, tidak menimbulkan suara yang terlalu keras. Bila FDD menimbulkan suara pada waktu proses format, ini menandakan bahwa FDD tersebut Head-nya sudah mulai aus.
9. CD ROM
Untuk melakukan test terhadap CD ROM biasanya dilakukan dari lingkungan Windows, dengan mencoba CD ROM untuk membaca sebuah disc. CD ROM yang masih baik, tidak memerlukan waktu yang lama untuk menginisialisasi disc pada waktu pertama kali disc tersebut di masukkan ke dalam CD ROM, kecuali kalau disc-nya sudah cacat atau kotor. Coba juga untuk menguji kecepatan transfer data dari CD ROM dengan cara mengkopikan data yang ada pada CD ROM ke Hardisk. Jika ada masalah, misalnya transfer data mulai melambat di bandingkan dengan saat awal mengkopi data, ada dua kemungkinan. Yang pertama adalah optiknya yang sudah lemah, yang kedua ialah optik yang kotor. Coba dibersihkan dengan Optic Cleaner, jika hasilnya sama saja, berarti optiknya memang sudah lemah.
10. Monitor
Untuk melakukan test pada monitor, anda harus punya sebuah CPU dengan spesifikasi standar dan VGA Card yang mampu untuk menampilkan resolusi tinggi ( minimal 800 x 600 untuk monitor Analog dan 1280 x 1024 untuk monitor Digital ). Cara melakukan test yaitu dengan mensetting resolusi pada batas maksimal kemampuan monitor. Nyalakan selama ( 30 menit untuk monitor 2nd dan 2 jam untuk monitor baru ). Bila tampilan pada monitor tidak berubah, maka monitor masih layak pakai.
11. Power Supplay
Untuk melakukan test pada power supplay, dapat dilakukan dengan menggunakan Multi Tester. Arahkan switch penunjuk yang terdapat pada multi tester ke angka 50 pada bagian DC Volt. Colok yang berwarna merah untuk sumber positif dan yang berwarna hitam untuk ground.
Referensi Tegangan :
Untuk Power Supplay AT :
Warna Kabel Voltase
Hitam Ground
Merah 5 V
Kuning 12 V
Untuk Power Supplay ATX :
Warna Kabel Voltase
Hitam Ground
Merah 5 V
Kuning 12 V
Biru - 12 V
Abu-abu - 5 V
Oranye OK (power good)
Jika dalam pengukuran terdapat selisih tegangan yang lebih dari 0.5 Volt (baik lebih maupun kurang), maka power supplay tersebut perlu di perbaiki atau diganti.
Komentar»
1. Pastikan semua peralatan dan bahan yang akan dirakit sudah disiapkan.
2. Selanjutnya sebelum mulai merakit, kita akan melakukan checking pada MainBoard. Caranya : Pasang Processor pada Socket Processor yang ada di MainBoard (perhatikan tandanya), sambungkan MainBoard dengan Power Supplay, pasang juga speakernya. Setelah itu coba dihidupkan. Bila dari speaker keluar suara beep yang berulang-ulang, artinya MainBoard masih sehat.
3. Kemudian kita akan mencocokkan lobang / tempat baut pada MainBoard dengan tempat baut yang ada pada Cashing. Perhatikan lubang mana saja yang bisa kita gunakan nanti untuk membaut MainBoard pada Cashing. Setelah itu pasang MainBoard dan pastikan semua baut sudah dikencangkan.
4. Selanjutnya pasang RAM ( pasang juga VGA Card untuk MainBoard yang VGA nya tidak ON Board ), lalu hubungkan dengan monitor. Coba hidupkan, perhatikan apakah spesifikasi RAM dan juga Clock Processor sudah sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada Box-nya ?
5. Jika semua sudah beres, baru kemudian di pasang perangkat lainnya seperti Hardisk, Floppy Disk, CD ROM, LAN Card dan lain sebagainya.
6. Setelah terpasang semua coba hidupkan lagi, bila tidak ada masalah, bisa dilanjutkan dengan proses instalasi.
• Bila anda merakit komputer sendiri perhatikan betul batas GARANSI-nya, sebelum batas Garansi habis, jangan sekali-kali membuang Box tempat peripheralnya seperti Kotak Ram, Box MainBoad, VGA dan lain sebagainya.
Contoh Permasalahan yang sering terjadi pada Komputer.
1. Pada saat Booting, komputer menampilkan tulisan “ CMOS check sum error “ .
Ini menandakan bahwa batu baterai BIOS nya sudah low. Penyelesaiannya dengan mengganti baterai BIOS sesuai dengan ukuran aslinya.
2. Komputer tidak menampilkan apa-apa sewaktu dihidupkan, tidak ada suara yang keluar dari speaker.
Coba periksa kabel yang menghubungkan antara VGA dengan monitor. Jika tidak ditemukan adanya kerusakan, kemunkinannya adalah VGA Cardnya yang rusak.
3. Komputer mengeluarkan suara beep berulang-ulang sewaktu dihidupkan.
Periksa RAM nya, mungkin ada debu / kotoran, coba di lepas dan dibersihkan, lalu di pasang kembali. Jika masih sama, ganti RAM nya.
4. Saat dihidupkan, indikator HarDisk menyala terus.
Kemungkinan HarDisk sudah terkena BAD Sector pada Sector nol nya. Jika belum begitu parah, masih bisa di Low Level Format, setelah itu di partisi dan di format, kemudian coba discandisk dengan surface check
5. Komputer menampilkan pesan DISK BOOT FAILUR OR NON SYSTEM ON DISK
Ini menandakan pada Disk tidak terdapat system untuk di load ke RAM, atau HarDisk belum di set menjadi active pada waktu melakukan partisi.
6. Saat melakukan proses format pada disket, muncul pesan “ Invalid Media or Track 0 Bad “
Artinya disket nya sudah rusak di sektor 0 nya. Coba perhatikan pada bagian dalam disket, apakah sudah ada goresan di sana. Bila sudah artinya disket itu sudah rusak.
7. Komputer bisa loading sampai ke lingkungan Windows, tapi tampilannya pecah-pecah jika di set ke high ataupun true colour
Ini menandakan VGA Card sudah tidak mampu untuk menampilkan warna dan resolusi maksimum.
8. Saat mencoba membaca isi suatu disket, komputer menampilkan pesan General Failur Reading Drive A, ini bisa disebabkan karena Head pada Floppy Disk Drive kotor, atau sudah aus. Coba dibersihkan dulu dengan menggunakan Floppy Disk Cleaner, jika hasilnya sama saja, berarti Head-nya memang sudah aus dan harus diganti.
9. Pertama kali dihidupkan tampilan pada layar monitor kabur.
Ini menandakan bahwa pengatur Focus pada FlyBack monitor sudah tidak bagus, biasanya penyelesaiannya dengan di cangkok.
10. Tampilan pada monitor lama-kelamaan semakin tidak jelas ( kabur ).
Sama dengan No. 9.
11. Monitor tidak menampilkan warna tertentu.
Ini menadakan ada masalah pada rangkaian RGB di dalam monitor.
12. Kadang-kadang monitor mati sendiri, atau susah sewaktu dihidupkan.
Biasanya ada solderan yang lepas pada bagian Power Supply-nya ataupun pada bagian Horizontal-nya.
13.
Cara Melakukan Testing Peripheral Komputer
1. MainBoard
Pasang Processor pada Socket-nya, perhatikan tanda / pin nomor 1. Stelah itu sambungkan dengan power supplay, jangan lupa pasang speakernya. Coba hidupkan, bila dari speaker keluar suara beep berulang-ulang, artinya MainBoard masih bagus.
2. Processor
Pasang processor pada Socket Processor di MainBoard, RAM dan juga VGA Card jika belum ON Board. Setelah itu sambungkan dengan monitor dan coba hidupkan, perhatikan tampilan di layar monitor. Perhatikan apakah clock untuk processor sudah sesuai dengan yang tertera pada Box-nya.
3. RAM
Hampir sama dengan cara melakukan test pada Processor hanya saja yang diperhatikan adalah pada saat komputer melakukan check pada RAM. Apakah kapasistas RAM sudah sesuai dengan yang tertera pada Box-nya ? Jika komputer tidak melakukan test RAM ( komputer langsung menampilkan kapasitas RAM tersebut ), ini merupakan tanda bahwa sebentar lagi RAM nya akan mati. Bila masih garansi segera tukarkan RAM nya.
4. VGA Card
Untuk melakukan test pada VGA Card, terlebih dahulu harus terinstall sebuah system operasi dan juga driver untuk VGA sudah terinstall. Lakukan test dengan cara memaksimalkan setting untuk Display Adapter ( perhatikan kemampuan monitor untuk melakukan test ini ), jika masih bisa di set ke setting maksimum, artinya VGA nya masih baik.
5. LAN Card
Pertama kita harus memeriksa apakah Sistem Operasi sudah mengenal dan menginstall Driver untuk LAN Card atau belum. Jika belum, kita harus menginstal drivernya terlebih dahulu. Setelah selesai barulah kita setting IP untuk LAN Card tersebut. Caranya : klick kanan pada icon Network Neighborhood, pilih Properties. Isikan IP Addressnya, misal 192.168.0.1 dan Sub Net Masknya 255.255.255.0, setelah itu buka MS DOS Prompt dan coba ping ke alamat IP yang kita ketik tadi ( ping 192.168.0.1 ). Bila berhasil, maka LAN Card bisa digunakan. Tapi bila layar menampilkan tulisan “ Request Time Out ”, maka LAN Card sudah tidak dapat digunakan lagi.
6. Sound Card
Pertama kita harus menginstall driver untuk Sound Cardnya bila Sistem Operasi belum mengenal Sound Card kita. Setelah driver terinstall, seharusnya Sound Card sudah dapat berfungsi dengan baik.
7. Hardisk
Cara melakukan test yaitu dengan cara mempartisi hardisk tersebut dengan fdisk. Perhatikan betul prosesnya, bila ada masalah pada saat partisi, kemungkinan hardisk tersebut sudah mulai Bad Sector. Selanjutnya adalah melakukan proses format hardisk. Setelah selesai, bisa dilakukan check dengan menggunakan Scandisk ataupun Norton Disk Doctor untuk memeriksa hardisk tiap sectornya. Hardisk yang sudah mulai rusak, biasanya akan menimbulkan kesalahan pada FAT ataupun Directory Structur-nya.
8. FDD ( Floppy Disk Drive )
Sebelum melakukan test pada FDD, pastikan bahwa konfigurasi di BIOS untuk FDD sudah benar. Cara melakukan testnya : masuklah ke DOS Prompt, dari sana berikan perintah untuk memformat disket dengan option /s (untuk menambahkan system pada disket yang diformat). FDD yang masih baik, pada waktu melakukan proses format dan transfer system, tidak menimbulkan suara yang terlalu keras. Bila FDD menimbulkan suara pada waktu proses format, ini menandakan bahwa FDD tersebut Head-nya sudah mulai aus.
9. CD ROM
Untuk melakukan test terhadap CD ROM biasanya dilakukan dari lingkungan Windows, dengan mencoba CD ROM untuk membaca sebuah disc. CD ROM yang masih baik, tidak memerlukan waktu yang lama untuk menginisialisasi disc pada waktu pertama kali disc tersebut di masukkan ke dalam CD ROM, kecuali kalau disc-nya sudah cacat atau kotor. Coba juga untuk menguji kecepatan transfer data dari CD ROM dengan cara mengkopikan data yang ada pada CD ROM ke Hardisk. Jika ada masalah, misalnya transfer data mulai melambat di bandingkan dengan saat awal mengkopi data, ada dua kemungkinan. Yang pertama adalah optiknya yang sudah lemah, yang kedua ialah optik yang kotor. Coba dibersihkan dengan Optic Cleaner, jika hasilnya sama saja, berarti optiknya memang sudah lemah.
10. Monitor
Untuk melakukan test pada monitor, anda harus punya sebuah CPU dengan spesifikasi standar dan VGA Card yang mampu untuk menampilkan resolusi tinggi ( minimal 800 x 600 untuk monitor Analog dan 1280 x 1024 untuk monitor Digital ). Cara melakukan test yaitu dengan mensetting resolusi pada batas maksimal kemampuan monitor. Nyalakan selama ( 30 menit untuk monitor 2nd dan 2 jam untuk monitor baru ). Bila tampilan pada monitor tidak berubah, maka monitor masih layak pakai.
11. Power Supplay
Untuk melakukan test pada power supplay, dapat dilakukan dengan menggunakan Multi Tester. Arahkan switch penunjuk yang terdapat pada multi tester ke angka 50 pada bagian DC Volt. Colok yang berwarna merah untuk sumber positif dan yang berwarna hitam untuk ground.
Referensi Tegangan :
Untuk Power Supplay AT :
Warna Kabel Voltase
Hitam Ground
Merah 5 V
Kuning 12 V
Untuk Power Supplay ATX :
Warna Kabel Voltase
Hitam Ground
Merah 5 V
Kuning 12 V
Biru - 12 V
Abu-abu - 5 V
Oranye OK (power good)
Jika dalam pengukuran terdapat selisih tegangan yang lebih dari 0.5 Volt (baik lebih maupun kurang), maka power supplay tersebut perlu di perbaiki atau diganti.
Komentar»
Minggu, 03 Mei 2009
tips mengoptimalkan komputer
MENGOPTIMALKAN KINERJA WINDOWS
Monday, 12. November 2007, 12:23:00
MENGOPTIMALKAN KINERJA WINDOWS
Sistem operasi pada computer mempunyai fungsi sebagai jembatan antara user, system dan hardware. Tugas dari system operasi adalah menyediakan resources. Windows yang merupakan system operasi dengan dukungan navigasi yang user friendly dan telah lama dikenal menjadikan sistem operasi ini banyak digunakan oleh kalangan bisnis maupun masyarakat umum terutama di Indonesia.
Pada waktu kita menginstallkan computer kita dengan sistem operasi Windows, sistem ataupun aplikasi yang tidak kita butuhkan juga sudah masuk kedalam sistem computer kita terutama pada Windows XP. Dengan demikian sistem pun kinerjanya menjadi lebih berat, yang kemudian menimbulkan lamanya proses booting dan proses loading aplikasi.
Kadang disaat kita beraktifitas dengan computer kita dengan membuka beberapa aplikasi secara bersamaan terutama aplikasi pemutar mp3, grafik editor, sound dan video editor, akan terasa sekali kinerja computer kita akan sangat lambat sekali. Dikarenakan resources memori kita digunakan oleh service-service yang sebenarnya tidak diperlukan. Apalgi jika kita masih menggunakan prosesor dibawah Pentium 4 atau sejenisnya dengan memori yang standard misalnya saja 128 M.
Jelas ini akan membuat kita menjadi jengkel dan membosankan karena waktu kita terbuang percuma dengan melihat monitor dengan tampilan kursor yang menunjukan tanda sibuk.
Tahap pertama Sebelum memulai langkah ini sebaiknya terlebih dahulu membuat Restore Point agar apabila terjadi kesalahan atau kita ingin mengembalikan sistem ke default menjadi lebih mudah. Caranya yaitu pada Star Menu ? All Program ? Accessories ? System Tools ? System Restore kemudian klik pada Create a Restore Point klik Next beri nama supaya lebih mudah selanjutnya klik Create.
Tahap kedua untuk dapat mensiasati masalah seperti ini yaitu dengan cara :
1.Matikan service-service yang tidak diperlukan, misalnya saja messenger, automatic updates dll. Caranya yaitu dengan mengklik Star menu ? Run kemudian ketikan MSCONFIG. Pada tab Services uncheck Messenger, Automatic Updates. Selanjutnya matikan juga service aplikasi yang telah kita install sebelumnya seperti Google Updater Service apabila kita menginstall Picasa dll. Pada tab Star Up matikan seluruh star up yang ada untuk mempercepat proses booting.
2.Buka Control Panel, pada menu control panel buka System, selanjutnya klik pada tab System Restore checklist pada Turn Off System Restore on all drive, pada tab Automatic Updates uncheck Keep my computer up to date. Pada tab Remote uncheck Remote Assistance dan Remote Desktop, selanjutnya pada tab Advance kita setting performance, klik setting pada tab Visual Effects checklist Custom selanjutnya kita pilih Use Drop shadows for icon labels on the desktop dan Use visual styles on windows and buttons ( jika anda mengiinginkan tampilan yang visual styles yang lebih baik).
3.Pada tahap ini kita akan mengedit register default windows dan menggantinya dengan settingan yang kita inginkan tetapi sebelumnya kita wajib membackupnya terlebih dahulu agar mudah untuk mengembalikan ke settingan awal, caranya yaitu kita buka lagi Start Menu pilih Run Ketikkan REGEDIT, Pada menu File ? Export kemudian beri nama sesuai yang kita inginkan. Setelah proses backup beres, kita akan mengedit register.
Mengubah Waktu Delay Ketika Membuka Menu
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
Klik ganda pada MenuShowDelay dan ubah angka milidetik yang semula 400 menjadi angka lain. Semakin kecil semakin cepat.
Menonaktifkan Peringatan Low Disk Space
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies\
Explorer
Buatlah sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoLowDiskSpaceChecks.
Klik ganda NoLowDiskSpaceChecks dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Mempercepat Proses Shutdown Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control
Klik ganda WaitToKillServiceTimeout dan ubah nilainya menjadi lebih rendah dari 2000.
Mematikan Secara Otomatis Program Not Responding
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop
Klik ganda AutoEndTasks dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Tweaking Memory Pada Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control/SessionManager/Memory Management
Klik ganda pada DisablePagingExecutive dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Apabila diaktifkan,Windows tidak akan melakukan paging file ke dalam hard disk. Sistem operasi dan program-program menjadi lebih responsif. Disarankan untuk komputer yang memiliki memori lebih dari 128MB.
Klik ganda pada LargeSystemCache dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Jika diaktifkan, sistem akan mengalokasikan seluruh memori (kecuali 4 MB untuk disk caching) untuk file caching. Komputer akan melakukan caching kernel XP di dalam memory sehingga Windows XP dapat berjalan lebih cepat.
Unload .dll Untuk Mempercepat Akses Memori
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Explorer
Pilih menu Edit > New > Key dan beri nama AlwaysUnloadDLL.
Pada option Default Value masukkan angka 1.
Menghapus Pagefile Saat Shut Down
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SessionManager\Memory Management Klik ganda ClearPageFileAtShutdown dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menghilangkan Info Tip Pada Ikon Folders Di Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/
Advanced
Klik ganda pada FolderContentsInfoTip dengan angka 0.
Mengoptimalkan Hard Disk Disaat Komputer Dalam Keadaan Idle
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
OptimalLayout
Buatlah sebuah DWORD Value Baru dan beri nama EnableAutoLayout.
Klik ganda EnableAutoLayout dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menonaktifkan Windows XP Tour
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets\
Tour
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets\Tour
Buatlah sebuah DWORD Value baru jika belum ada dan beri nama RunCount.
Klik ganda RunCount dan masukkan angka 0 pada Value Data.
Menonaktifkan Passport Balloon Reminder
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\MessengerService
Buat sebuah Binary Value baru dan beri nama PassportBalloon.
Klik ganda PassportBalloon dan masukkan input 0a 00 00 00 pada Value Data.
Menentukan Waktu Respon Untuk Aplikasi Yang Not Responding
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop
Buat sebuah String Value baru jika belum ada dan beri nama HungAppTimeout.
Klik ganda HungAppTimeout dan masukkan input waktu dalam milliseconds (1000 = 1 seconds).
Otomatis Mematikan Aplikasi Yang Not Responding
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop
Klik ganda AutoEndTasks dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Optimalisasi Second Level Cache Yang Lebih Besar
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SessionManager\Memory Management
Klik ganda SecondLevelDataCache dan masukkan input berupa ukuran dalam kilobytes (decimal) pada Value Data.
Note: Hanya berlaku untuk jenis prosesor tua.
Tahap yang terakhir, lebih baik di restart terlebih dahulu karena ada setingan yang harus melakukan restart.
Selanjutnya kita coba menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Hasilnya akan terasa ringan sekali walaupun kita menjalankan multi tasking. Yang terasa perbedaannya ketika kita memainkan aplikasi pemutar mp3 misalnya winamp pun suaranya tidak terputus-putus dan aplikasi lainnyapun bisa kita buka. Jadi kita tidak akan jengkel lagi dengan computer kita walaupun tidak melakukan up
Monday, 12. November 2007, 12:23:00
MENGOPTIMALKAN KINERJA WINDOWS
Sistem operasi pada computer mempunyai fungsi sebagai jembatan antara user, system dan hardware. Tugas dari system operasi adalah menyediakan resources. Windows yang merupakan system operasi dengan dukungan navigasi yang user friendly dan telah lama dikenal menjadikan sistem operasi ini banyak digunakan oleh kalangan bisnis maupun masyarakat umum terutama di Indonesia.
Pada waktu kita menginstallkan computer kita dengan sistem operasi Windows, sistem ataupun aplikasi yang tidak kita butuhkan juga sudah masuk kedalam sistem computer kita terutama pada Windows XP. Dengan demikian sistem pun kinerjanya menjadi lebih berat, yang kemudian menimbulkan lamanya proses booting dan proses loading aplikasi.
Kadang disaat kita beraktifitas dengan computer kita dengan membuka beberapa aplikasi secara bersamaan terutama aplikasi pemutar mp3, grafik editor, sound dan video editor, akan terasa sekali kinerja computer kita akan sangat lambat sekali. Dikarenakan resources memori kita digunakan oleh service-service yang sebenarnya tidak diperlukan. Apalgi jika kita masih menggunakan prosesor dibawah Pentium 4 atau sejenisnya dengan memori yang standard misalnya saja 128 M.
Jelas ini akan membuat kita menjadi jengkel dan membosankan karena waktu kita terbuang percuma dengan melihat monitor dengan tampilan kursor yang menunjukan tanda sibuk.
Tahap pertama Sebelum memulai langkah ini sebaiknya terlebih dahulu membuat Restore Point agar apabila terjadi kesalahan atau kita ingin mengembalikan sistem ke default menjadi lebih mudah. Caranya yaitu pada Star Menu ? All Program ? Accessories ? System Tools ? System Restore kemudian klik pada Create a Restore Point klik Next beri nama supaya lebih mudah selanjutnya klik Create.
Tahap kedua untuk dapat mensiasati masalah seperti ini yaitu dengan cara :
1.Matikan service-service yang tidak diperlukan, misalnya saja messenger, automatic updates dll. Caranya yaitu dengan mengklik Star menu ? Run kemudian ketikan MSCONFIG. Pada tab Services uncheck Messenger, Automatic Updates. Selanjutnya matikan juga service aplikasi yang telah kita install sebelumnya seperti Google Updater Service apabila kita menginstall Picasa dll. Pada tab Star Up matikan seluruh star up yang ada untuk mempercepat proses booting.
2.Buka Control Panel, pada menu control panel buka System, selanjutnya klik pada tab System Restore checklist pada Turn Off System Restore on all drive, pada tab Automatic Updates uncheck Keep my computer up to date. Pada tab Remote uncheck Remote Assistance dan Remote Desktop, selanjutnya pada tab Advance kita setting performance, klik setting pada tab Visual Effects checklist Custom selanjutnya kita pilih Use Drop shadows for icon labels on the desktop dan Use visual styles on windows and buttons ( jika anda mengiinginkan tampilan yang visual styles yang lebih baik).
3.Pada tahap ini kita akan mengedit register default windows dan menggantinya dengan settingan yang kita inginkan tetapi sebelumnya kita wajib membackupnya terlebih dahulu agar mudah untuk mengembalikan ke settingan awal, caranya yaitu kita buka lagi Start Menu pilih Run Ketikkan REGEDIT, Pada menu File ? Export kemudian beri nama sesuai yang kita inginkan. Setelah proses backup beres, kita akan mengedit register.
Mengubah Waktu Delay Ketika Membuka Menu
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
Klik ganda pada MenuShowDelay dan ubah angka milidetik yang semula 400 menjadi angka lain. Semakin kecil semakin cepat.
Menonaktifkan Peringatan Low Disk Space
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies\
Explorer
Buatlah sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoLowDiskSpaceChecks.
Klik ganda NoLowDiskSpaceChecks dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Mempercepat Proses Shutdown Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control
Klik ganda WaitToKillServiceTimeout dan ubah nilainya menjadi lebih rendah dari 2000.
Mematikan Secara Otomatis Program Not Responding
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop
Klik ganda AutoEndTasks dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Tweaking Memory Pada Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control/SessionManager/Memory Management
Klik ganda pada DisablePagingExecutive dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Apabila diaktifkan,Windows tidak akan melakukan paging file ke dalam hard disk. Sistem operasi dan program-program menjadi lebih responsif. Disarankan untuk komputer yang memiliki memori lebih dari 128MB.
Klik ganda pada LargeSystemCache dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Jika diaktifkan, sistem akan mengalokasikan seluruh memori (kecuali 4 MB untuk disk caching) untuk file caching. Komputer akan melakukan caching kernel XP di dalam memory sehingga Windows XP dapat berjalan lebih cepat.
Unload .dll Untuk Mempercepat Akses Memori
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Explorer
Pilih menu Edit > New > Key dan beri nama AlwaysUnloadDLL.
Pada option Default Value masukkan angka 1.
Menghapus Pagefile Saat Shut Down
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SessionManager\Memory Management Klik ganda ClearPageFileAtShutdown dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menghilangkan Info Tip Pada Ikon Folders Di Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/
Advanced
Klik ganda pada FolderContentsInfoTip dengan angka 0.
Mengoptimalkan Hard Disk Disaat Komputer Dalam Keadaan Idle
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
OptimalLayout
Buatlah sebuah DWORD Value Baru dan beri nama EnableAutoLayout.
Klik ganda EnableAutoLayout dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menonaktifkan Windows XP Tour
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets\
Tour
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets\Tour
Buatlah sebuah DWORD Value baru jika belum ada dan beri nama RunCount.
Klik ganda RunCount dan masukkan angka 0 pada Value Data.
Menonaktifkan Passport Balloon Reminder
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\MessengerService
Buat sebuah Binary Value baru dan beri nama PassportBalloon.
Klik ganda PassportBalloon dan masukkan input 0a 00 00 00 pada Value Data.
Menentukan Waktu Respon Untuk Aplikasi Yang Not Responding
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop
Buat sebuah String Value baru jika belum ada dan beri nama HungAppTimeout.
Klik ganda HungAppTimeout dan masukkan input waktu dalam milliseconds (1000 = 1 seconds).
Otomatis Mematikan Aplikasi Yang Not Responding
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop
Klik ganda AutoEndTasks dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Optimalisasi Second Level Cache Yang Lebih Besar
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SessionManager\Memory Management
Klik ganda SecondLevelDataCache dan masukkan input berupa ukuran dalam kilobytes (decimal) pada Value Data.
Note: Hanya berlaku untuk jenis prosesor tua.
Tahap yang terakhir, lebih baik di restart terlebih dahulu karena ada setingan yang harus melakukan restart.
Selanjutnya kita coba menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Hasilnya akan terasa ringan sekali walaupun kita menjalankan multi tasking. Yang terasa perbedaannya ketika kita memainkan aplikasi pemutar mp3 misalnya winamp pun suaranya tidak terputus-putus dan aplikasi lainnyapun bisa kita buka. Jadi kita tidak akan jengkel lagi dengan computer kita walaupun tidak melakukan up
Langganan:
Postingan (Atom)
